Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sekolah Resah! Permen Berbahaya Beredar di Manado

"Saya terus menghimbau kepada para orang tua siswa agar memperhatikan jajanan anak. Buat guru-guru untuk mengawasi dan para siswa."

Penulis: Maickel Karundeng | Editor: Fransiska_Noel
http://bit.ly/2lJde8h
Ilustrasi siswa jajan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Setelah heboh di berbagai daerah khususnya kalangan anak-anak sekolah tentang permen keras atau berbahaya, ternyata di Kota Manado sudah beredar.

Dalam kunjungan Tribun Manado Kamis (9/3) di SD Negeri 03 Manado ternyata permen dot atau permen keras sudah dikenal para siswa. Bahkan ada siswa sudah pernah membeli dan mencicipinya.

Wakil Kepsek Maxie Rumagit berkata setelah mengetahui informasi tersebut, kepala sekolah langsung menyampaikan di apel pagi dan menegaskan kembali di kelas-kelas agar tidak mengkonsumsi permen tersebut. 

"Langsung diingatkan kepada para siswa melalui guru-guru kelas agar jangan konsumsi karena berbahaya," ujarnya.

Terpisah, Kepsek SDN 06 Manado Elvie J Sangian Tuar saat dihubungi melalui telepon menyampaikan terus menghimbau dan memperketat pengawasan serta keamanan sekolah. "Saya dapat contoh permen dot dan menyampaikan kepada siswa untuk tidak mengkonsumsi karena di duga mengandung saat bahaya," jelasnya.

Kantin sekolah wajib menjual makanan higenis tanpa ada zat berbahaya.

"Saya terus menghimbau kepada para orang tua siswa agar memperhatikan jajanan anak. Buat guru-guru untuk mengawasi dan para siswa agar tidak membeli permen tersebut," jelas Elvie.

Kurang lebih 500 siswa di sekolah sudah diberitahu akan permen tersebut.

Terkait maraknya penculikan anak, ia meminta orang tua yang menjemput anak disekolah agar melapor kepada satpam.

"Siswa yang pulang sendiri wajib menghindari orang tak kenal dan melapor kepada satpam," ungkap Elvie.

Fakri Kolondam satu diantara siswa berkata tidak mau mencoba permen tersebut. "Saya dilarang orang tua karena liat di berita di duga berbahaya," katanya.

Terpisah, Nova Saironsong Guru dan pengelola kantin SD Negeri 11 berkata tidak pernah melihat atau menjual permen tersebut.

"Saya hanya menyajikan makanan siap saji bagi anak-anak. Informasi tentang permen berbahaya dan maraknya penculikan anak, langsung kami tindaklanjuti," ujarnya.

Meithy Tambuwun satu diantara guru kelas SD Negeri 11 menambahkan telah memberikan himbauan dan larangan kepada anak-anak di kelas.

"Saya langsung ingatkan mereka akan bahaya permen dan akan maraknya penculikan agar tidak boleh di bujuk oleh hal apapun untuk ikut ke mobil atau ke tempat lain," tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved