Mebel Sekolah Dibawa Lari Pasca Rolling Kepsek
Rolling kepala SMP se-Kota Bitung beberapa waktu lalu, menyisakan sejumlah kisah tentang kepsek yang kecewa.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Rolling kepala SMP se-Kota Bitung beberapa waktu lalu, menyisakan sejumlah kisah tentang kepsek yang kecewa karena terpental dari jabatannya.
Di SD GMIM Bukit Kasih Girian, Kamis (2/3) sore, sejumlah pihak yang masih keluarga dengan kepsek sebelumnya memagari jalan masuk sekolah dengan buluh.
Mereka beralasan, tanah di jalan masuk itu milik mereka serta ada perjanjian sekolah itu harus dipimpin oleh pihak keluarga.
"Yang menutup pihak keluarga dari kepsek sebelumnya," kata Kadis Pendidikan Bitung, Julius Ondang.
Menurut Ondang, pihaknya langsung menuju lokasi begitu mengetahui kejadian itu. Ondang didampingi Camat setempat serta sejumlah anggota Sat Pol PP.
"Kamis sore kami langsung ke lokasi untuk mencari tahu apa yang melatari kejadian ini," kata dia.
Dikatakan Ondang, pembongkaran pagar berlangsung Jumat subuh, sebelum siswa masuk kelas. Alhasil, kejadian menghebohkan itu tidak sampai mengganggu siswa.
"Ketika mereka datang sekolah, pagar sudah tak ada lagi, bahkan ada siswa yang tidak tahu apa-apa," kata dia.
Menurut Ondang, pihaknya segera bertemu dengan pihak keluarga. Ia yakin kejadian itu tidak akan berkepanjangan.
Amatan Tribun Jumat siang, aparat Pol PP masih berjaga di lokasi sekolah. Mereka terbagi dua kelompok, satu di ruang kepsek, satu di lapangan.
Kepala SD Bukit Kasih, Yolanda Marentek, mengaku tidak tahu menahu dengan peristiwa itu. "Saya datang sudah tidak apa-apa," kata dia.
Kejadian itu sempat membuat Yola yang masih beberapa hari menjabat kepsek syok berat.
"Saya sempat syok, namun saya berdoa hingga mendapat kekuatan," ujar dia.
Ia mengapresiasi kinerja Dinas Pendidikan yang cepat mengantisipasi hal tersebut hingga tak menimbulkan gejolak. Menurut dia, pelajaran pada hari itu tidak terganggu. "Siswa pun tidak tertekan," kata dia.
Seorang guru yang enggan membeber identitasnya mengatakan, awalnya tahu kejadian itu dari media sosial.
Penasaran ia kemudian mengecek dan ternyata kabar itu benar adanya. "Namun syukur penutupan terjadi pada Kamis sore usai sekolah dan besok paginya sudah langsung dibersihkan, jadi tidak mengganggu sama sekali," beber dia.
Kepsek lainnya menumpahkan ketidakpuasannya dengan membawa mebel sekolah.
Dia beralasan mebel itu miliknya. "Ya, ada kepsek yang demikian," kata Ondang. Menurut Ondang, pihaknya sudah meminta kepsek itu untuk segera balikkan mebel yang diambil.
Dikatakan Ondang, mebel itu terhitung aset sekolah. "Harus segera kembalikkan," kata dia.
Namun tak semua pergantian kepsek berlangsung tegang. Di SMP 2 Negeri Bitung, siswa meratapi dua guru mereka yang dapat promosi menjadi kepsek.
"Para siswa sangat menyayangi dua guru itu," kata Kepala SMP Negeri 2 Robby Kawengian.
Dikatakan Kawengian, pihak sekolah akhirnya membuat acara perpisahan khusus untuk kedua guru itu.
Pada acara itu, para siswa legowo melepas kedua guru kesayangan mereka sambil berharap guru pengganti yang sebaik dua guru itu.
Wali Kota Bitung, Max Lomban, mengatakan, pergantian para guru berlaku sesuai kajian dan berlangsung sesuai aturan. *
STORY HIGHLIGHTS
* Di SD GMIM Bukit Kasih Girian, Kamis (2/3) sore, sejumlah pihak yang masih keluarga dengan kepsek sebelumnya memagari jalan masuk sekolah dengan buluh
* Dinas Pendidikan sudah meminta kepsek itu untuk segera balikkan mebel yang diambil
* Di SMP 2 Negeri Bitung, siswa meratapi dua guru mereka yang dapat promosi menjadi kepsek