Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Minggu

Renungan Minggu: Kekuatiran

Kekuatiran membawa serta akibat buruk. Ketidakmampuan melepaskan diri dari kekuatiran juga membawa seseorang kepada keadaan yang lebih serius .

Editor:
Net
Ilustrasi 

Pastor Lucky Singal

Paroki Santo Mikael Perkamil

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penyakit jantung, darah tinggi, bisul, pilek, radang sendi, migren, maag dan buta merupakan jenis‑jenis penyakit yang salah satunya diakibatkan oleh kekuatiran.

Kekuatiran membawa serta akibat buruk. Ketidakmampuan melepaskan diri dari kekuatiran juga membawa seseorang kepada keadaan yang lebih serius seperti stres, depresi dan gangguan mental.

Dalam Kitab Amsal disebut: "Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik mengembirakan dia (12:25)".

Kuatir merembes juga pada penuaan, menjadi bungkuk karena terbebani rasa kuatir berlebihan. Karena itu penting agar hati dan pikiran dipenuhi hal‑hal baik agar orang menjadi gembira.

Hati yang gembira adalah obat. Sering‑seringlah tertawa, olahraga, dan doa agar hati damai gembira, jauh dari kekuatitan yang membuat tubuh menderita.

Kekuatiran adalah rasa takut tentang sesuatu hal yang belum pasti terjadi, merasa cemas atau merasa gelisah. Hal ini terungkap dalam beberapa hal, antara lain, pertama, kuatir terhadap akibat dari kejahatan atau kesalahan yang telah dilakukan.

Kuatir bahwa apa yang telah dilakukan diketahui orang lain. Di sini orang biasanya menutupi sesuatu agar kesalahan tidak diketahui orang lain.

Akhirnya hidup hancur karena kekuatiran akan terbongkarnya kesalahan atau kejahatan yang terus membayangi diri.

Kedua, kuatir pada realitas kematian yang pasti akan dialami. Tidak diketahui kapan manusia mati. Kematian yang misteri ini yang juga sering menjadi kekuatiran manusia, kapan, di mana dan bagaimana caranya ia akan mati.

Kuatir akan datangnya kematian karena keterikatan penuh dengan kepemilikan di dunia, harta, dan kuasa. Ketiga, kekuatiran terhadap hidup yang harus dijalani setiap hari. Apa yang akan terjadi di masa depan?

Tercekam oleh masa depan dan lupa menikmati hari ini. Hal‑hal kecil yang tidak berarti sering dibesar‑besarkan, kuatir akan kesehatan, pekerjaan, dan keluarga.

Yesus berbicara tentang kekuatiran. Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang kita makan, minum, pakai juga akan masa depan. Tidak berarti bahwa orang Kristen tidak perlu lagi bekerja atau membuat rencana masa depan.

Tidak perlu kuatir karena manusia memang memiliki Tuhan yang Mahabaik dan Mahamurah. Burung‑burung saja diperhatikan Tuhan. Tidak menabur dan menuai namun Tuhan memberikan makanan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved