Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Di Bolsel Jika Darurat, Honorer Kesehatan Bisa Pegang Puskesmas

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), dr Sadli Mokodongan, akui daerahnya masih kekurangan tenaga medis.

Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), dr Sadli Mokodongan 

Liputan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), dr Sadli Mokodongan, akui daerahnya masih kekurangan tenaga medis.

Akibatnya beberapa Puskemas Pembantu (Pustu) mengalami kekosongan tenaga kesehatan.

Mengantisipasi masalah tersebut agar tidak terus berlanjut, maka sementara waktu diisi oleh tenaga honor.

"Jika dalam keadaan Emergancy, tenaga honor bisa pengang tanggung jawab Puskesmas Pembantu,"kata Kadis meyakinkan, Selasa (21/2) di kawasan perkantoran Panago Desa Tabilaa.

Kadis membeberkan belum lama ini telah mengumpulkan Kepala Puskesmas Kecamatan, untuk bersama - sama mencari solusi terkait permasalahan tersebut.

Dari hasil pembahasan, sebagain besar Puskesmas punya niat mengisi Pustu dengan tenaga Medis yang tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Namun sayangnya ada beberapa alasan yang memberatkan pihak terkait untuk melakukan hal tersebut.

"Puskesmas Kecamatan punya niat menyalurkan, tapi yang ditakutkan malah mereka yang mengalami kekurangan tenaga kesehatan,"kata Kadis kemudian menyayangkan.

Meski demikian kata Sadli sapaan akrabnya, dalam waktu dekat ini mereka akan mendata kembali petugas kesehatan yang memegang program tidak signifikan.

Rencananya merekalah yang akan menempati Pustu yang sudah dibangun. Seperti di Desa Perjuangan, Iligon, Modisi, Deaga.

"Harus diketahui Pustu belum beroperasional karena tidak ada tenaga medis,"kata Kadis.

Selain itu kata dia kendala lain yang ditemui adalah pemegang program tidak lagi sesuai bidang atau latar belakang yang dienyam.

Namun tidak ada pilihan lain karena mereka harus meminimalisir kekurangan tenaga medis yang mengabdi di tanah orang Bolango dan Mongondow.

"Disini profesinya lintas batas. Ada apoteker yang jadi bendahara,"kata Kadis.

Dari 81 Desa ada sekitar 10 Desa yang belum memiliki Pustu. Kemudian Hanya dua desa yang tenaga medisnya terhitung pas, tidak kurang juga tidak lebih.

"Yaitu Pustu Molibagu dan Pinolosian,"tukas Kadis. (lix)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved