Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Demo di Kantor Gubernur, Mahasiswa Minta FPI Dibubarkan

Sejumlah lagu Nasional dan perjuangan berkumandang di pintu gerbang hingga lobi kantor Gubernur Sulut, Senin (23/1).

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
demo bubarkan FPI 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Sejumlah lagu Nasional dan perjuangan berkumandang di pintu gerbang hingga lobi Kantor Gubernur Sulut, Senin (23/1).

Lagu-Lagu dinyanyikan puluhan Mahasiswa dari sejumlah Universitas tergabung dalam Forum Mahasiswa Muslim Sulut saat demo damai menuntut bubarkan ormas Front Pembela Islam (FPI).

"Kami menuntut bubar Front Pembela Islam (FPI) karena organisasi ini rasidal seting timbulkan konflik dan provikasi masyarakat," koar seorang demonstran di depan looby kantor gubernur Sulut.

Demonstran nampak membawa sejumlah atribut demo yang berisikan tuntutan mereka. " Kami minta bapak Gubernur merespons tuntutan kepada Presiden," pinta seorang pendemo melalui pengeras suara.

Dalam orasinya secara tegas massa yang di koordinir Fahmi Karim menyampaikan tiga tuntutan utama terkait keberadaan FPI berserta pimpinannya Habib Rieziq. Pertama tolak organisasi agama dan organisasi lainnya yang radikal, bubarkan FPI dan proses hukum Rieziq terkait kasus hukum dialami.

"Sulut juga bagian dari Indonesoa jangan sampai ada bias dengan hadirnya kaum radikal yang mengatasnamakan Agama," koar Rivai saat orasi.

Tindakan radikal menodai konstitusi Agama dan negara hingga meganggu ketertiban umat beragama di NKRI. "Pertahankan Sulut sebagai provinsi yang menjadi prcontohan kerukunan antar umat beragama di Indonesia," tukasnya.

Randi satu diantara pendemo dengan menggunakan masker mulit berorasi menyentil keberadaan FPI apakah ada di Sulut atau tidak. "Informasi yang kami terima FPI mengatasnamakan ormas Islam sudah tersebar di daerah di Sulut mulai dari Kota Bitung sampai Bolmong," kata Randi.

Pihaknya menilai pemerintah lambat untuk mengatasi keberadaan ormas FPI dan ormas radikal lainnya, nanti sudah ada aksi atau kejadian baru bertindak melakukan ceramah dan sosialisasi dan lain lainnya padahal sudah terlambat langkah yang diambil. Sehingga sangat dibutuhkan ketegasan dari dari pemerintah.

Fahmi Karim jubir aksi demo akan mengambil langkah tegas terhadap keberadaan FPI di Sulut. "Kalau ada kami tidak segan akan usir dan tolak keberadaan mereka karena akan meruntuhkan NKRI," tegas Fahmi.(crz)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved