Poli dan Sendoh Bakal Perkuat Kabinet Sulut Hebat
Pasca 'didepak' sebagai sekretaris Kota Tomohon dan Sekot Kota Manado tak membuat karir birokrat Arnold Poli fan Haefrey Sendoh berakhir.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO- Pasca 'didepak' sebagai sekretaris Kota Tomohon dan Sekot Kota Manado tak membuat karir birokrat Arnold Poli fan Haefrey Sendoh berakhir.
Beredar kabar di kantor Gubernur Sulut, Olly Dondokambey Gubernur Sulut dan Steven Kandouw wagub akan mengakomodir keduanya masuk dalam kabinet Sulut Hebat.
"Benar usai tak menjabat lagi sebagai Sekot pak Arnold dan Haefrey akan diakomodir dalam jabatan di Pemprov Sulut," kata orang terdekat Gubernur dan wagub, Senin (9/1).
Lanjut sumber, bakal diakomodirnya Poli lebih karena trak recordnya. Poli pernah menukangi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemprov Sulut di era pemerintahan Gubernur SH Sarundajang dan wagub Djouhari Kansil. "Pak Arnold merupakan satu diantara pejabat senior dan handal dilingkungan pemerintahan," tambahnya. Bicara mengenai kinerja, baik Sendoh maupun Poli tak usah diragunakan lagi. Dalam hal pengelolaan keuangan di tangan Poli Kota Tomohon meraih opini dari BPK.
"Pak Poli mampu menghantarkan Kota Tomohon raih Wajar dengan pengecualian (WDP) diawal karirnya sebagai sekot dan tiga tahun terakhir karirnya mampu meraih WTP. Begitu juga pak Sendoh dua kali hantarkan Pemkot Manado raih WTP," tukasnya.
Selain Poli dan Sendoh santer beredar kabar pejabat yang kini Non Job seperti Mecky Onibala, Nouldy Tendean dan Max Gagola bakal menempati sejumlah tempat. Mengingat saat ini ada sejumlah tempat masih kosong seperti Dinas Catatan kependudukan dan catatan sipil serta BKKBN Provinsi.
Terpisah Femmy Suluh Kepala Badan Kepegawain Daerah (BKD) Provinsi Sulut menjelaskan terkait sejumlah pejabat belum mendapat tempat karena ada OPD yang dilebur. Seperti sekretariat korpri gabung BKD, Biro Ekonomi digabung dengan Biro Sumber daya alam dan RS Ratumbuysang kepalanya jadi fungsional bukan struktural lagi.
"Untuk pejabat yang belum ada jabatan dalam posisi eselon II B, sehingga kalau nanti di promosi harus ikut seleksi terbuka," jelas Femmy.
Untuk itulah beberapa OPD yang ada saat ini di tempatkat dulu pejabat di eselon III, kedepan nantinya akan ada seleksi terbuka.Siapa saja yang menenuhi syarat bisa ikut. "Termasuk dari kabupaten kota sepanjang ada rekomendasi dan ijin atasan dalam hal ini kepada daerah," urainya. Selain tiga posisi itu ternyata masih ada 13 jabatan yang akan diseleksi secara terbuka.(crz)