Umat Katolik Rayakan Hari Raya Maria Bunda Allah
Orang Muda Katolik (OMK) Santo Fransiskus Xaverius Maumbi menyanyikan lagu "Ave Maria" karya Pastor Joseph Ansow (diaransemen Fritz Palit)
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO-Orang Muda Katolik (OMK) Santo Fransiskus Xaverius Maumbi menyanyikan lagu "Ave Maria" karya Pastor Joseph Ansow (diaransemen Fritz Palit) pada Misa Tahun Baru, Minggu (1/1) di gereja stasi mereka. Mereka menyanyikan lagu itu saat penerimaan komuni berlangsung.
Umat tampak larut dalam doa saat lagu itu dinyanyikan.
"Ave Maria Ave Maria
Gratia Plena Dominus Tecum
Benedictatu in mulieribus
Et benecditus fructus ventris tui jesus (Salam Maria Salam Maria Penuh Rahmat Tuhan Sertamu Terpujilah engkau di antara Wanita dan Terpujilah Buah Tubuhmu Yesus)," demikian bunyi lirik ayat satu lagu ini
Lagu itu menurut Pastor Joseph Ansow, Pastor Paroki Santa Ursula Watutumou, cocok dengan perayaan yang selalu dirayakan umat Katolik seluruh dunia setiap tanggal 1 Januari. Hari Raya itu ialah Hari Raya Santa Maria Bunda Allah.
Dalam kata pengantar, ia mengatakan pada tanggal 1 Januari orang merayakan Tahun Baru untuk kalendarium Masehi (Kalender berdasarkan kelahiran Yesus). Akan tetapi, inti perayaan misa orang Katolik pada tanggal 1 bukanlah Tahun Baru Masehi.
"Liturgi kita mengajak kita untuk mensyukuri peranan Bunda Maria yang mendapat gelar sebagai Bunda Allah. Maria dipilih menjadi Bunda Penebus," katanya.
Dalam khotbah, ia mengatakan perayaan ini masih dalam perayaan Masa Natal. Itu ada hubungannya dengan Pesta Keluarga Kudus (Yesus, Maria dan Yosef)
Ia mengatakan Maria disebut Bunda karena sebut sungguh-sungguh manusia tapi juga sungguh Allah. Itu katanya sudah ditetapkan Gereja pula pada Credo Nicea Konstantinopel.
"Maria telah menjadi mengandung Yesus karena berani berkata aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut kehendak-Mu. Maria lalu mengandung bukan dari dari seorang manusia tapi dari Roh karena Yesus putra Allah," katanya.
Dalam hubungannya dengan Hari Perdamaian Sedunia (Diperkenalkan pada tahun 1967 oleh Paus Paulus VI, terinspirasi ensiklik Pacem in Terris Paus Yohanes XXIII), semua katanya bisa belajar dari Maria. Maria kata pastor Ansow dalam Kitab Suci menerima kabar dari gembala yang kagum melihat para malaikat menyanyikan Gloria in Excelsis Deo.
"Maria saat itu hanya menyimpan perkara dalam hatinya. Ia bukan provokatif tapi meditatif," katanya.
Maria katanya bukan mempromosikan peristiwa itu. Ia merenungkannya dalam sikap batin penuh keheningan.
"Maria membangun perdamaian, kerukunan, dari akarnya. Kedamaian damai dibangun dari kandang yang dipenuhi bintang-bintang dan karena itu seperti doa Santo Fransiskus Asisi kita dipanggil membawa damai," katanya.
Pastor Ansow juga menyebut perdamaian itu tidak terjadi karena ada jurang antara religiositas dan sosialitas. Ada jurang antara seremoni dan kehidupan masyarakat yang negatif.
"Di satu sisi orang memuliakan Allah tapi di sisi lain melecehkan orang lain," katanya.
Maria katanya model melawan ketidakberesan itu. Ia merupakan jembatan dengan sikap dan perilakunya.
"Selain itu Maria bergaul dengan banyak bangsa (orang Majus). Ia juga berelasi dengan setiap strata sosial masyarakat (gembala-gembala). Semoga suasana kehidupan kita mengikuti teladan Keluarga Kudus," katanya. (dma)