Disperindag Sulut Hilirisasi Komoditas Kelapa dan Ikan
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Utara (Sulut) untuk 2017 fokus untuk pengembangan hilirisasi komoditas unggulan
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Utara (Sulut) untuk 2017 fokus untuk pengembangan hilirisasi komoditas unggulan, yaitu kelapa dan ikan.
Hal ini dilakukan karena kedua komoditas tersebut memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan.
"Untuk 2017 kami akan melakukan hilirisasi produk kelapa dan ikan, sehingga nantinya bisa memiliki nilai jual yang tinggi," ujar Dil Kepala Disperindag Sulut Jenny Karouw, Senin (2/1/2017).
Nongkan menambahkan untuk itjlu pihaknya akan melakukan pembinaan sekitar 30 Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk bisa menghasilkan produk turunan dari dua komoditas tersebut, sebab jika diolah menjadi produk lain, akan memiliki nilai jual yang tinggi dibandingkan dengan menjual bahan mentah atau setengah jadi.
Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Sulut, Benny Nongkan mengungkapkan selama ini ekspor komoditas yang dilakukan masih berupa bahan mentah atau setengah jadi, padahal jika diolah menjadi produk jadi, memiliki nilai ekonomi tinggi.
Seperti kelapa selama ini produk turunannya kelapa telah banyak, namun lambat berkembang, oleh karena itu perlu didorong. "Dari kelapa nisa dikembangkan berbagai produk seperti sabun mandi, cuka, nata de coco maupun produk lainnya," katanya.
Begitu pula dari ikan bisa menghasilkan berbagai produk turunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti bisa dijadikan abon dan ikan kayu maupun yang lainnya. "Kalau diekspor dalam bentuk ikan segar, harganya tak terlalu baik dibandingkan dengan yang sudah diolah," katanya.
Apalagi nantinya akan ada KEK Bitung diharapkan industri turunan kelapa dan ikan dapat berkembang dengan baik. Sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Dengan tumbuhnya industri kelapa danbikan diharapkan mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi," kata Nongkan
Saat ini komoditas kelapa dan ikan dari Sulut telah diekspor keberbagai negara karena memiliki kualitas baik. Oleh karena itu, perlu pengembangan agar ekspornya semakin meningkat. (erv)