Uskup Suwatan Pimpin Misa Natal di Lembean
Umat terlihat begitu antusias menyambut sang gembala Keuskupan Manado. Terlihat tenda di depan dan di samping gereja dipadati oleh umat.
Laporan Kontributor Tribun Manado Manado Varis Tinangon.
TRIBUNMANADO.CO.ID , MANADO- Minggu (25/12), Uskup Manado Mgr. Josef Suwatan MSC hadir sebagai selebran utama misa Hari Raya Natal di Paroki Santo Paulus Lembean. Ia didampingi Pastor Paroki Lembean P. Wens Maweikere Pr sebagai con-selebran.
Umat terlihat begitu antusias menyambut sang gembala Keuskupan Manado. Terlihat tenda di depan dan di samping gereja dipadati oleh umat.
Misa sendiri dimulai pada pukul 08.00 waktu setempat. Suasana misa berlangsung khusuk penuh sukacita.
Dalam Homilinya Mgr. Jos (sapaan akrab Uskup) menyampaikan beberapa poin. Uskup mengajak umat mengenal siapa bayi yang lahir di palungan Natal. Menurutnya di tengah zaman modern ini jika ada satu kejadian unik pasti menjadi berita yang sangat heboh diperbincangkan, tapi hanya berlangsung salama beberapa minggu atau bulan.
“Tapi tentang bayi ini (Yesus) masih terus diberitakan sampai saat ini.” ungkap Uskup.
Uskup melanjutkan bahwa refleksi Rasul Yohanes sangat mendalam tentang kelahiran Yesus dalam bacaan Injil yang dibacakan dalam Hari Minggu Hari Raya Natal itu.
“Verbum caro factum est, Sang Sabda telah menjadi daging. Begitu Rasul Yohanes mengungkapkannya. Daging dalam bahasa kitab suci adalah menjadi manusia, sama seperti kita. Memang manusia betul”, jelasnya.
Uskup juga mengajak umat untuk menjadi pengikut Yesus sebagai ungkapan sukacita.
“Moralitasnya adalah supaya torang mengikuti Kristus bukan ikut jalan belakang tapi mengikuti, meniru apa yang Dia buat.”
“PerhatianNya kepada orang kecil, orang miskin. Ini yang menjadi ini Kerasulan Kristiani kita, mengikuti jejak Kristus,” katanya.
Mgr. Jos kemudian menyoroti kehidupan antar manusia. Ia juga meminta Gereja terus memberi perhatian pada lingkungan hidup, dan alam sekitar yang mulai dirusak manusia.
“Terlebih juga di dalam hidup manusia. Bagaimana lingkungan hidup di sekitar kita? So memang kering, gersang atau kah lingkungan hidup kita tetap hangat. Apakah ada juga cinta kasih, ada saling pengertian satu sama lain?” ujarnya.
Suasana peperangan yang terjadi akhir-akhir ini juga tak luput dari sorotan Uskup. Ia juga menyoroti kejahatan terjadi di mana-mana
“Ada hal-hal yang tidak kalah buruknya dari zaman waktu Yesus lahir. Di daerah Asia Tengah masih terus terjadi peperangan”. katanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/mgr-joseph-suwatan-msc_20150410_235850.jpg)