Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Puluhan PKL di Manado Tuntut Kebebasan Berjualan

Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Kota Manado mendatangi kantor Wali Kota Manado, Selasa (13/12) siang.

Penulis: Maickel Karundeng | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
PKL di pasar 45 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Kota Manado mendatangi kantor Wali Kota Manado, Selasa (13/12) siang.

Mereka menuntut Wali Kota memberikan kebebasan untuk pasar tahunan Natal dan Tahun Baru. Kami tuntut janji Bapak memberi kebebasan kepada kaki lima untuk berdagang dihari besar perayaan Natal dan Tahun Baru. Mohon kerja samanya.

Para ibu-ibu pedagang menyesalkan tindakan Polisi Pamong Praja Kota Manado yang membongkar paksa dagangan mereka. "Sejak kecil saya berdagang di area pasar 45 seputaran TKB dan sering kejar-kejaran dengan petugas,"

Menurut pedagang, Wali Kota Manado menjanjikan siapkan tempat berjualan bagi mereka saat hari besar, namun hingga kini tidak ada tindakan.

Perwakilan pedagan kaki lima Nyong Bilongdatu sempat bertemu langsung dengan Wawali Kota Manado Mor Bastiaan diruang kerjannya. "Kami hanya ingin menuntut kebebasan berjualan dan menuntut adanya tempat jualan ketika menjelang Natal dan Tahun Baru," ujarnya.

"Kami menuntut janji Wali Kota Manado kepada pedagang, jangan sudah duduk kembali sehingga melupakan kami konstituen yang memilih mereka," ujar Nyong.

Hengky Kawalo Anggota DPRD Kota Manado berkata PKL bagian tak kalah penting yang menggerakan ekonomi kerakyatan paling bawah. Ada hal yanf dilematis bagi pemerintah ketika pedagang harus berjualan dimana sesuai peraturan.

"DPRD mendukung pedagang asalkan sesuai aturan dan tertib saat berjualan," ungkapnya.

Kawalo menambahkan, jika diberikan ruang, tolong pedagang tidak menggangu ketertiban umum dan menjaga ketertiban umum.

"Sekali lagi pemerintah harus menyikapi hal ini, jika ada aspirasi dari pedagang tolong diperhatikan," terang Kawalo.

Menurutnya, solusi pemerintah harus menyiapkan ruang yang sesuai jangan tempatnya jauh dari para pembeli. Ruang yang disiapkan harus ditata dengan baik agar pedagang bisa berjualan mendapat untung dan tidak menganggu fasilitas umum lainnya.

Wakil Wali Kota Manado Mor Bastiaan berkata masalah ini masih sementara dalam kajian karena perlu duduk bersama Forkompimda untuk membahas bersama.

Harus melihat kondisi dan keadaan akhir-akhir ini yang perlu dicermati dan diseriusi. "Intinya kami ingin terus menjaga keamanan dan kerukunan di Kota Manado agar tidak terjadi permasalahan," kata Mor.

Daerah kita terkenal dengan kota yang aman dan damai, maka perlu dijaga terus. Masalah ini perlu dikaji secara matang bersama unsur-unsur terkait. "Mencermati semua perubahan yang ada. Kami tidak mengusir pedagang, yang pasti pemkot sementara siapkan tempat untuk berjualan," terang Mor.

Walaupun usaha kecil pasti kami akan bantu, tapi para pedagang harus tertib dan baik sehingga Kota Manado menjadi indah.

Tidak ada yang diperkenankan untuk siapapun mengambil retribusi. "Jika ada oknum seperti silakan lapor dan kami akan tindak sesuai aturan," tutup Mor. (Kel)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved