Gadis 21 Tahun Asal Gorontalo Ini Berani Tantang Maut dalam Tong Edan
Aksi Isti membuat para penonton tegang. Beberapa di antaranya mengaku takut dan khawatir terhadap Isti. Tong bergoyang-goyang saat motor melaju.
Penulis: Handhika Dawangi | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Namanya Istiani. Kemampuan gadis 21 tahun ini menunggang kuda besi dalam arena Tong Edan membuat para pengunjung Pasar Malam di Lapangan Kelurahan Sinindian, Kecamatan Kotamobagu Timur, Jumat (9/12) malam, ternganga.
Padahal, gadis asal asal Desa Margomulyo, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, ini baru satu bulan melakukan atraksi ini.
Ia bahkan mengaku hanya butuh latihan selama dua minggu agar bisa melaju dalam ruangan berbentuk tong.
"Sudah empat tempat yang saya datangi yaitu, Molibagu Bolsel Tobayagan Bolsel, Tanoyan Bolmong, dan Sinindian Kotamobagu," ujar Istiani kepada Tribun Manado.
Melaju kencang dengan sepeda motor, di dalam ruangan bundar yang dibangun dari besi sebagai dinding sekaligus landasan dengan ketinggian mencapai lima meter, tak membuatnya keder. Ia mengaku enjoy.
Namun bukan berarti segalanya lancar-lancar saja. Dia harus menghadapi rasa pusing usai berputar-putar dengan sepeda motornya dalam tong.
"Setiap kali main biasanya selama lima menit. Saya selalu merasa pusing. Namun, untuk menghilangkannya hanya membutuhkan satu menit saja," kata dia.
Isti mengaku senang dengan pekerjaannya tersebut. Apalagi, bermain sepeda motor adalah hobinya. Ia mengaku sejak kelas satu SMP mulai menyukai sepeda motor.
Dalam satu malam Isti bisa bermain sampai lima kali kalau lagi ramai pengunjung. Artinya, 25 menit ia berputar dalam tong.
Selain hobi, ia melakukan atraksi berbahaya tersebut untuk mencari uang. Dia diberi upah Rp 800 ribu per bulan oleh pemilik wahana.
"Itu gaji dasar. Katanya bisa naik sampai Rp 1,75 juta bahkan lebih kalau sudah bisa atraksi lebih ekstrem lagi," ujar dia.
Kedua orang tua Isti sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Untuk menambah penghasilan, ayahnya sering melakukan pekerjaan buruh bangunan juga.
Isti memiliki adik yang sudah putus sekolah sejak kelas 4 SD. Saat ini adik Isti sudah berusia 17 tahun.
"Adik saya malas bersekolah. Kalau saya Allhamdullilah tamat SMK," ujarnya.
Selain gaji yang ia terima dua bulan sekali, Isti juga mengandalkan saweran dari para pengunjung. Saweran biasanya diberikan saat atraksi berlangsung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tong-edan_20161210_181902.jpg)