Modus Miras Captikus Dikemas Dalam Bentuk Bantal Guling Terbongkar!
Tak ingin tertangkap tangan dalam operasi terpadu, minuman keras hasil fermentasi dari getah pohon aren dikemas dalam bentuk bantal guling.
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
Liputan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken
TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Ada -ada saja yang dilakukan oleh pedagang captikus di Bolaang Mongodow Selatan (Bolsel), untuk menegelabuhi petugas keamanan.
Tak ingin tertangkap tangan dalam operasi terpadu, minuman keras hasil fermentasi dari getah pohon aren dikemas dalam bentuk bantal guling dan bantal kepala.
Operasi yang dipimpin oleh Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), Agus Mooduto, dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbang Pol), Toce mayulu berhasil menyita 125 liter kantong captikus.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengalami kesulitan saat melacak air memabukan tersebut. Karena pemilik rumah yang dicurigai menjual barang ini tertidur lelap, dan terlihat lihai menyembunyikan captikus.
"Kami menemukan bantal berisi captikus sebanyak 20 liter di Desa Meyambaga. Untuk mengelabui petugas pemilik barang menidurkan anaknya diatas bantalan captikus, dan meminta anaknya pura - pura terlelap,"kata Kepala Seksi Operasional Satuan Polisi Pamong Praja Hamid Pa'i yang menjadi ujung tombak dalam operasi terpadu, Senin (29/11).
Kecurigaan petugas semakin menjadi - jadi pasalnya captikus ditemukan ditempat penyimpanan yang tidak biasa.
Mulai dari dalam tumpukan kardus sampah, dalam bantalan spring bead, dan ruang khusus diatas loteng.
Karena itu pemeriksaan dilakukan sampai ke dalam kamar dan dapur, agar operasi tangkap tangan ini maksimal.
"Mereka buat ruang penyimpanan di kolong tempat tidur dan menutupnya dengan papan agar tidak ketahuan,"kata Hamid yang pertama kali menemukan tempat persembuanyian rahasia ini.
Target opersi mulai dari Daerah Posigadan, Tilolahungan, Sakti, dan Meyambaga. Dimana warung remang - remang dan tempat penginapan masuk dalam target operasi.
Di lokasi ini mereka menemukan minuman keras dengan kadar alkohol tinggi dan rendah. Cara menyimpannya juga terbilang unik.
"Mereka menyimpan miras itu dibawah pepohonan dengan jarak 30 meter dari warung," terang Hamid.
Selain dikemas dalam bantalan tas plastik, minuman memabukan ini di masukan dalam botol air mineral untuk mempermudah proses perdagangan langsung kepada masyarakat.
Mengingat mereka terus was - was jangan sampai ada petugas yang menyamar menjadi konsumen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/captikus-kemasan-bantal_20161130_142857.jpg)