Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bupati, Dandim, Kapolres Orasi di Apel Nusantara Bersatu

Pita merah putih terikat di kepala semua orang yang hadir di Wale Ne Tou, Tondano, Rabu (30/11).

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Bupati Minahasa bersama rombongan, langsung menyemut di Makam Pahlawan Nasional Sam Ratulangi untuk berziarah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Pita merah putih terikat di kepala semua orang yang hadir di Wale Ne Tou, Tondano, Rabu (30/11).

Sambil memegang bendera merah putih ukuran kecil yang terbuat dari plastik dan melambaikannya, mereka menyanyikan lagu 'Indonesia Raya' sebagai tanda pembuka kegiatan apel Nusantara Bersatu.

Cukup banyak orang yang hadir saat itu. Ada Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow (JWS), Dandim 1302 Minahasa Letkol CZI Andhy Kusuma, Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair, Kejari Minahasa Saptana Setyabudi, ibu-ibu Persit dan Bhayangkari, pejabat Pemkab Minahasa, kepala SKPD, tokoh agama dari enam agama di Minahasa, tokoh pemuda, organisasi masyarakat, mahasiswa, siswa, dan beberapa undangan lain.

Pada kegiatan Nusantara Bersatu yang bertema 'Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita Semua', Bupati Minahasa, Kapolres Minahasa, Dandim 1302 Minahasa, enam tokoh agama, tokoh pemuda, perwakilan mahasiswa, menyampaikan orasi soal Nusantara Bersatu.

Diawali oleh Bupati, ia menjelaskan bahwa pita merah putih yang diikatkan di kepala merupakan pengingat kembali pejuangan untuk merebut kemerdekaan.

"Kemerdekaan bukan diperoleh dengan mudah, makanya kita bisa berteriak merdeka sekarang," katanya. Perjuangan para pejuang membuat kita tinggal nikmati hasil kemerdekaan.

Namun saat ini sangat disayangkan ada yang coba menggoyang persatuan yang diraih susah payah, bahkan ia prihatin masih ada oknum yang mencoba mengganggu persatuan NKRI.

"Kita sudah sepakat NKRI harga mati, tidak bisa ditawar, kita semua berbeda tapi bersatu karena cinta Indonesia, Indonesia milik kita bersama, mari bersatu, melihat ke depan, lihat kebersamaan, perbedaan buat kita bersatu," jelasnya.

Ia menjelaskan, kebersamaan, kekompakan, kebersamaan, sangat terasa di Minahasa. "Kita bertekad mari jaga bangsa tetap kuat hebat bersatu, NKRI kokoh, Pancasila kokoh," jelasnya.

Ia berterima kasih semua yang sudah ambil bagian dalam kegiatan tersebut. "Tujuannya Nusantara Bersatu untuk melawan radikalisme. Untuk itu mari kita di Minahasa baku bae (baik), baku sayang, baku tongka (dukung), baku kase inga (saling mengingatkan)," kata dia.

Dijelaskannya, akan mengirimkan pesan kepada warga di Jakarta. "Kita pesan agar demo di Jakarta adalah cinta damai, jangan sampai merusak fasilitas negara, karena membangun negara ini susah," tuturnya.

Sebelum menutup orasinya ia mengajarkan yel-yel yaitu Indonesiaku dengan tangan di dada, kata Indonesiamu dengan jari menunjuk, dan kata Indonesia milik kita bersama dengan gerakan tangan dua mengepal dan diangkat.

Dilanjutkan dengan orasi dari Dandim 1302 Minahasa namun sebelumnya mereka menyanyi lagu kebangsaan satu Nusa Satu Bangsa.

"Musuh kita saat ini adalah terorisme dan radikalisme, narkoba, dan persaingan global, bukan melawan saudara bangsa sendiri," tuturnya.

Ia mengaku bangga untuk Minahasa, sebab semua agama ada dan diberikan kesempatan untuk beribadah. "Kita semua bertanggungjawab terhadap keutuhan NKRI," jelasnya.

Usai melakukan orasi, mereka menyanyikan lagi Berkibarlah Benderaku. Kapolres Minahasa saat berorasi mengatakan bahwa tidak ada agama yang mengajarkan permusuhan.

"Mari lawan kelompok masyarakat yang mengatasnamakan agama untuk menghancurkan NKRI," ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa keberagaman awal mula negara dibentuk. "Mari jaga keamanan dan ketertiban, jauhi semua bentuk pertikaian dan perpecahan," tuturnya.

Beberapa paduan suara juga sempat menyanyikan lagi kebangsaan, serta beberapa siswa membaca puisi yang bernuansa persatuan dan kesatuan NKRI.

Perwakilan enam agama di Minahasa juga menyampaikan orasi mereka soal persatuan dan kesatuan NKRI, termasuk ajakan untuk tetap menjaga perdamaian di antara perbedaan agama, suku, ras, budaya yang ada di Indonesia khususnya di Minahasa.

Tak lupa mereka juga melaksanakan doa lintas agama di Minahasa. Mereka juga menandatangani bersama deklarasi Nusantara Bersatu. *

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved