KSEI Gandeng Kemendagri, Pembukaan Rekening Efek tak Lebih dari 18 Menit

Pembukaan rekening efek semakin mudah. Jika sebelumnya bisa 2 minggu, sekarang cukup 18 menit saja.

Istimewa
Penandatanganan kerja sama antara pelaku industri Pasar Modal Indonesia dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri terkait pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan dan KTP Elektronik 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sebanyak 100 pelaku industri Pasar Modal Indonesia menyepakati Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri terkait.

Inti kerja sama yang ditandatangani Selasa (22/11) itu, pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) dalam layanan jasa pasar modal.

Penandatanganan dilakukan Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh dengan perwakilan masing-masing perusahaan, yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia, Perusahaan Efek, Manajer Investasi, dan Agen Penjual Reksa Dana.

Kerja sama tersebut merupakan inisiatif PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan pelaku di industri pasar modal sebagai upaya untuk mempercepat dan mempermudah proses pembukaan rekening investasi di pasar modal.

Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan kemajuan pemanfaatan data kependudukan menggunakan KTP- el yang mulai diterapkan sejak tahun 2011. Hingga 21 November 2016, telah ada 95 lembaga dan institusi yang bekerja sama dengan Ditjen Dukcapil.

"Dengan tambahan 100 institusi yang menandatangani perjanjian kerja sama pada hari ini, maka total ada 195 institusi dan lembaga yang siap untuk memanfaatkan data kependudukan KTP Elektronik," ujarnya.

Mendagri Tjahjo Kumolo menyampaikan harapan agar kerja sama Ditjen Dukcapil dengan pelaku di industri pasar modal ini dapat memberikan manfaat yang maksimal untuk perkembangan pasar modal. "Diharapkan ke depannya bertambah lagi lembaga dan institusi yang menjalin kerjasama dengan Ditjen Dukcapil," katanya.

Kepala Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mengapresiasi KSEI dan SRO pasar modal atas inisiatif yang telah dilakukan untuk menfasilitasi kerja sama pelaku industri pasar modal dengan Ditjen Dukcapil.

"Banyak hal terus diupayakan OJK untuk program peningkatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di pasar modal. Inisiatif ini sejalan dan sangat mendukung kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat berinvestasi di pasar modal Indonesia," ujarnya.

Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi menyatakan, perjanjian kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kementerian Dalam Negeri dengan OJK yang ditandatangani Februari 2014.

Dengan kerjasama ini, pelaku industri pasar modal dapat memanfaatkan data kependudukan untuk mempercepat proses pembukaan rekening Efek. Jika sebelumnya bisa 2 minggu, sekarang cukup 18 menit saja.

"Pemanfaatan basis data KTP-el dapat meningkatkan kualitas data calon nasabah untuk proses KYC yang lebih baik karena pengecekan data nasabah langsung ke database KTP elektronik, jadi bisa diketahui kebenaran identitasnya," ungkap Friderica.

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fernando_Lumowa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved