Ini Cara Mendeteksi Berita 'Hoax'
Di era media sosial, berita palsu alias berita 'hoax' dapat dengan mudah tersebar.
Sementara berita 'hoax' sering memakai huruf besar dan beberapa tanda seru. Jadi, jika melihat tulisan seperti ini bisa dipertanyakan kebenarannya.
Lalu menggunakan kata-kata frase, misal ‘Bahaya’, ‘Awas’, ‘Darurat’, dan lain-lain.
Berita 'hoax' juga cenderung memakai emosi di dalamnya dengan kata-kata frase tersebut.
Selain itu, terkadang ada bahasa-bahasa ilmiah yang tidak dimengerti. Ini sering diciptakan karena tahu pembaca tidak mengerti atau masih awam dengan sebutannya.
Terutama hal yang sebelum tidak pernah pembaca dengar.
Berlawanan dengan logika
Sebagai pembaca, kita harus berpikir kritis. Jangan hanya tinggal menerima berita saja. Pembaca harus melihat adanya ketidakkonsistenan yang bertentangan dengan logika. Jika terlalu menyolok, kemungkinan itu 'hoax'.
Misal di Instagram ada foto menunjukkan ada beberapa warga yang berjalan di area perumahan sementara caption bertuliskan ‘Warga mendatangi rumah-rumah warga dan memaksa masuk’.
Secara logika ini ada ketidakkonsistenan antara foto dan tulisan.
Sebab tidak bukti yang mengatakan orang tersebut sedang mendatangi rumah-rumah warga dan memaksa masuk.
Bisa saja ia memang warga sekitar yang sedang berjalan.
Memang dengan adanya visual atau foto, sebuah berita semakin terlihat benar.
Akan tetapi jika itu tidak diturunkan oleh sebuah media resmi atau suatu lembaga resmi, maka kemungkinan ‘hoax’ besar.
Jika menemukan ada hal ganjil dalam berita atau merasa aneh, sebaiknya jangan disebar berita tersebut.
Ada nada ancaman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/lihat-internet_20160618_095536.jpg)