Bulog Datang 10.000 ton Beras ke Sulut
Perum Bulog Divisi Regional Sulut dan Gorontalo terus menjaga stabilitasi harga beras di pasaran dengan mendatangkan 10.000 ton beras
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Perum Bulog Divisi Regional Sulut dan Gorontalo terus menjaga stabilitasi harga beras di pasaran dengan mendatangkan 10.000 ton beras dari daerah penghasil. Hal ini untuk menjaga stok beras di pasaran.
"Saat ini ada 10.000 ton yang sedang dalam perjalan ke Sulut," ujar Kepala Perum Bulog Divre Sulut dan Gorontalo Sabaruddin Amrullah, Jumat (4/11/2016).
Amrullah menambahkan untuk stok gudang saat ini berjumlah 13.000 ton yang tersimpan diberbagai gudang yang dimiliki Bulog. Jumlah tersebut mencukupi untuk ketahanan stok hingga 4 bulan kedepan. Jika nantinya beras telah tiba, ketahanan stok bisa sampai enam bulan. "Batas minimum stok yang ada di gudang menurut aturan minimal tiga bulan," ungkapnya.
Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam menstabilkan harga beras yang mulai ada kecenderungan meningkat. Koordinasi akan terus dilakukan, agar kecenderunagn peningkatan harga beras di Oktober 2016 tak berlanjut hingga akhir tahun. Bulog akan meningkatkan kegiatan operasi pasar dan pasar murah beras baik di pasar maupun di sentra-sentra padat penduduk.
Untuk mengantisipasi kenaikan harga beras yang cukup signifikan pihaknya akan memaksimalkan stok di gudang-gudang yang ada. Selain itu, pihaknya berharap tim pengendali inflasi di kabupaten dan kota diharapkan bisa memberi tahu jika terjadi peningkatan harga, karena stok beras Bulog cukup banyak.
Terpisah, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) Peter Jacobs memandang positif terkendalinya inflasi pada Oktober 2016. Hal ini semakin meningkatkan keyakinan bahwa tingkat inflasi pada akhir tahun 2016 akan berada di level aman dan lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
Pada Oktober 2016, inflasi Sulut yang diwakili oleh Manado tercatat hanya sebesar 0,01 persen (mtm). (erv)