Bank Mantap Melaju ke BUKU II
Pada tahap pertama, Bank Mantap menerbitkan 249 juta lembar saham baru dengan nilai sekitar Rp 400 miliar.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fernando_Lumowa
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - PT Bank Mandiri, Taspen, Pos (Mantap) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa, guna merealisasikan right issue tahap pertama yang akan diambil bagian oleh pemegang saham eksisting perseroan.
Pada tahap pertama, Bank Mantap menerbitkan 249 juta lembar saham baru dengan nilai sekitar Rp 400 miliar. Dirut Bank Mantap, Nixon L.P. Napitupulu, menjelaskan penambahan modal atau right issue ini direncanakan dalam dua tahap.
Pertama pada tahun 2016 sebesar Rp 400 miliar dan 2017 sebesar Rp 200 miliar. "Ini karena kami memiliki proyeksi bisnis lebih cepat dari stakeholder agreement ketika bank ini disusun. Artinya kami tumbuh jauh lebih tinggi daripada proyeksi di awal. Sehingga kebutuhan modalnya meningkat, dibandingkan ketika membuat proyeksi awal," cetusnya usai RUPS Luar Biasa di Sheraton, Kuta, Badung, Senin (31/10).
Pasalnya, apabila tidak ada penambahan modal di akhir tahun depan, maka capital adequancy ratio (CAR) Bank Mantap bisa turun dan berpotensi di bawah ketentuan CAR yang berlaku, sehingga diperlukan penambahan modal.
Lanjutnya, pesatnya pertumbuhan Bank Mantap tercermin dari penyaluran kredit yang mencapai Rp 3,9 triliun atau naik 150 persen pada pertengahan 2016 dari semester sebelumnya. Dengan total aset hingga November 2016 mencapai Rp 5,66 triliun, tumbuh 119,6 persen.
Sementara dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 4,76 triliun tumbuh 198,6 persen. Percepatan juga terlihat dari rencana pengembangan jaringan kantor, yang diproyeksikan mencapai 200 kantor hingga 2020, dari 126 kantor yang tersebar di wilayah Indonesia.
"Nah sesuai peraturan otoritas jasa keuangan (POJK) tentang modal inti. Maka pengembangan jaringan kantor ini berkaitan dengan alokasi modal inti (AMI). Sebab kami menghitung kalau tidak ditambah modal intinya maka akan defisit hingga Rp 1,2 triliun," jelasnya.
Kemudian, rasio KPMM (CAR) juga akan mengalami sedikit tekanan di akhir tahun 2016 menjadi 17 persen, apabila tidak ada tambahan modal. Kemudian rasio CAR di akhir tahun 2016, pasca tambahan modal akan ada dikisaran 29 persen, dan rasio CAR ini jauh di atas ketentuan regulator yang hanya 11 persen.
"Sehingga secara bertahap kami harus mengurangi defisitnya. Itu mengapa modal perlu ditambah di tahun ini dan tahun depan," imbuhnya. Nixon mengatakan selain membahas penambahan modal, agenda RUPS Luar Biasa ini juga membahas perubahan susunan pemegang saham.
"Akan dilangsungkan transaksi pengalihan saham yang selama ini dimiliki Pos Indonesia, seluruhnya akan dialihkan ke Taspen. Tetapi ini berlaku efektif setelah ada persetujuan dari OJK, maupun regulasi lainnya, termasuk dari pemegang saham baik Taspen maupun Pos," sebutnya.
Pengalihan ini mendudukkan Bank Mandiri (Persero) Tbk, menjadi pemegang saham terbesar hingga 59,44 persen. Disusul Taspen (Persero) sebesar 39,48 persen dan dua pemegang saham minoritas lainnya, yaitu Ida Bagus Made Putra Jandhana sebesar 0,56 persen, dan ahli waris dari almarhum I Made Madia sebesar 0,52 persen. "Ihwal pengalihan saham Pos Indonesia ini, akan disepakati setelah adanya keputusan regulator (OJK) dan dari kedua pemegang saham," ujarnya.
Saat semuanya direstui OJK, termasuk penambahan modal, maka Bank Mantap efektif masuk menjadi bank katagori bank umum kelompok usaha (Buku) II dari sebelumnya Buku I. "Setidaknya sekarang kami mengajukan, paling tidak 3 - 4 bulan administrasinya baru selesai, karena prosesnya ke pusat dulu," jelasnya.
Komisaris Utama Bank Mantap, Abdul Rachman, menjelaskan dengan masuk menjadi Buku II ini, pihaknya menargetkan perluasan bisnis ke dalam elektronik payment. "Seperti memiliki EDC, payment berbasis aplikasi, mobile banking, dan lain sebagainya. Serta dampak lainnya adalah dari sisi pengelolaan bisnis funding maupun payment," sebutnya. Selain itu, pihaknya bisa menjajaki kerjasama dengan Axa Mandiri dalam penyediaan bancassurance. Kemudian layanan khusus ke nasabah prioritas. "Bisa juga mengembangkan ke bisnis anorganik dan bisa masuk ke valas, walaupun untuk valas kami belum memikirkan ke sana," katanya.(tribunbali/ask/ord)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rups-luar-biasa-bank-mantap_20161104_221551.jpg)