Tribun Manado TV
(VIDEO) Koperasi Bisa Mengelola Pasar Lelang dan SRG
Koperasi bisa menjadi pilihan untuk mengelola pasar lelang dan Sistem Resi Gudang. Karena lembaga tersebut memiliki sistem yang bisa menjalankannya.
Penulis: | Editor: Alexander Pattyranie
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Koperasi bisa menjadi pilihan untuk mengelola pasar lelang dan Sistem Resi Gudang (SRG). Karena lembaga tersebut memiliki sistem yang bisa menjalankannya.
"Koperasi bisa menjadi pilihan untuk pelaksanaan pasar lelang dan Sistem Resi Gudang (SRG)," ujar Meindro Bayu Kusworo, dari Bappebti Kementerian Perdagangan dalam Sosialisasi Publikasi Pasar Lelang dan Sistem Resi Gudang, Rabu (2/11/2016).
Kusworo menambahkan sebab koperasi memiliki anggota yang nantinya bisa memanfaatkan pasar lelang dan SRG. Oleh karena itu koperasi bisa menjadi wadah untuk mengelolanya.
"Jika nantinya telah jalan pasar lelang dan SRG memiliki banyak keuntungan bagi pedagang dan petani," ungkapnya.
Dia mengakui pasar lelang dan SRG yang saat ini ada belum berjalan sesuai harapan.
Oleh karena perlu perbaikan-perbaikan yang dilakukan sehingga nantinya bisa sesuai dengan harapan.
Sebab pasar lelang seperti fi Belanda bisa berjalan dengan efektif.
"Di Belanda pasar lelang, komoditas yang diperdagangkan bunga. Karena telah berjalan pukulan tahun sehingga menjadi acuan harga bunga dunia," katanya.
Begitu pula dengan SRG yang menjadi acuan adalah Amerika Serikat dan India.
Di negara tersebut telah berjalan dengan baik sehingga menguntungkan petani yang memiliki komoditas.
Sedangkan Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut Darwin Muksin mengungkapkan pelaksanaan pasar lelang belum maksimal tetapi sudah memberikan manfaat kepada petani produsen dan IKM yang dapat melakukan transaksi melalui pasar lelang.
"Hal ini dibuktikan dengan terjadinya transaksi yang didominasi komoditi pertanian dan perikanan seperti jagung, kopra arang tempurung, hasil perikanan dan produk IKM. Dari transaksi tersebut sedikit yang gagal serah dan gagal bayar karena pada umumnya transaksi on the spot," katanya.
Sedangkan SRG dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut perlu ada terobosan dalam pkla pemasaran komoditas pertanian sehingga petani masih berpeluang mendapatkan keuntungan.
Hal ini karena harga komoditas pertanian biasanya terjadi fluktuasi apalagi pada saat panen raya dengan terjadinya penurunan harga yang tentunya berpotensi merugikan petani.