Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jokowi-Prabowo Makan Nasi Goreng Bareng, Lalu Berkuda. Apa Maknanya?

Tensi politik di negeri ini memanas seiring munculnya isu rencana demonstrasi besar-besaran di Jakarta pada Jumat (4/11/2016) nanti.

Editor:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menunggangi kuda usai mengadakan pertemuan di kediaman Prabowo Subianto, Bogor, Jawa Barat, Senin (31/10/2016). Pertemuan tertutup tersebut membahas berbagai macam persoalan, seperti masalah perekonomian, penegakan hukum, dan isu-isu yang tengah hangat saat ini. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tensi politik di negeri ini memanas seiring munculnya isu rencana demonstrasi besar-besaran di Jakarta pada Jumat (4/11/2016) nanti.

Dikabarkan, sejumlah ormas akan berunjuk rasa di Istana terkait pernyataan Basuki Tjahaja Purnama yang dinilai mereka telah menodai Islam.

Sekarang ini, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tercatat sebagai calon incumbent Gubernur DKI Jakarta.

Sejumlah warga yang bekerja di Jakarta pun sudah ancang-ancang untuk bolos kantor untuk menghindari demonstrasi.

Presiden Joko Widodo pun tak tinggal diam atas isu ini. Untuk meredakan ketegangan, Jokowi mendatangi rumah tokoh nasional, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto untuk silaturahmi, Senin (31/10) siang.

Pertemuan yang diadakan di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat begitu akrab. Keduanya sempat menyantap nasi goreng dan menunggang kuda bersama.

Keduanya terlihat santai usai melakukan pertemuan yang berlangsung tertutup itu. Presidenmengaku waktu pertemuannya dengan Prabowo dihabiskan dengan berbincang hal yang berkaitan dengan kebangsaan maupun soal politik sambil makan nasi goreng.

Jokowi terlihat mengenakan topi koboi berwarna cokelat pudar dan mengenakan sepatu khas berkuda.

Begitu juga Prabowo yang mengenakan topi koboi dengan warna yang sama. Jokowi kemudian menaiki kuda yang memiliki kulit berwarna putih, namanya Salero. Sementara Prabowo menaiki kuda berwarna kulit cokelat, bernama Principe.

Terlihat Jokowi masih agak kagok ketika menaiki Salero, sehingga perlu bantuan dari pendamping.

Prabowo kemudian meminta kepada si pedamping agar melepas ikatannya dan membiarkan Salero berjalan dengan Presiden yang memegang kemudinya.

Agar Salero dan Principe tenang, Prabowo yang pernah maju capres tahun 2014 itu meminta kepada awak media untuk tidak menggunakan cahaya flash saat mengabadikan gambar.

Prabowo pun memuji Presiden Jokowi setelah menjajal kuda bernama Salero itu. "Pak Presiden ini punya bakat berkuda. Beliau punya badan yang ringan. Kuda itu suka yang ringan-ringan," kata Prabowo yang memiliki kampung halaman Langowan, Minahasa ini.

Ketua DPR RI, Ade Komarudin pun merespons positif pertemuan Presiden Jokowi dengan Prabowo Subianto. Menurut Ade Komarudin, pertemuan dua tokoh itu membantu situasi demonstrasi 4 November 2016 berlangsung kondusif.

"Bisa sangat membantu mendinginkan suasana, kemudian mengarahkan semua orang untuk berpikir konstruktif untuk negara ini," kata Ade Komarudin di Gedung DPR.

Pria yang akrab disapa Akom itu menilai pertemuan Presiden Jokowi dengan Prabowo berdampak baik. Apalagi, kata Akom, jika keduanya menggelar jumpa pers seusai pertemuan tertutup.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved