Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Magda Berminat Beli Saham Garuda

Berinvestasi saham di kalangan anak muda saat ini mulai meningkat di Manado.

Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu

Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Berinvestasi saham di kalangan anak muda saat ini mulai meningkat di Manado. Hal ini karena manfaat yang ditawarkan menggiurkam danbl juga aman karena diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Saya sudah miliki rekening di bursa saham, sebagai investor," ujar Magda Mondow (20) saat ditemui di Investival Saham yang digelar di Manado Town Square (Mantos) 2, Minggu (30/10/2016).

Magda menambahkan berminat untuk berinvestasi di pasar modal, karena teman-temannya telah terlebih dahulu membuka rekening di pasar modal. Kemudian telah mendapatkan keuntungan dari melakukan investasi. "Sudah banyak teman saya yang berinvestasi dibpasar modal," ungkap mahasiswi Akutansi Universitas Della Sale.

Oleh karena, sejak tiga bulan lalu dia membuka rekening untik mendaftar sebagai investor di bursa saham.

"Saya berminat beli saham Garuda Indonesia, karena pemerintah saat ini lagi gencar promosikan pariwisata, sehingga bisa dipastikan penerbangan akan mengalami pertumbuhan," katanya.

Sedangkab untuk traidingnya dilakukan melalui smartphonenya, karena telah bisa diakses. "Jadi, setiap saat bisa dipantau," ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan Joan Ndityomas (21) yang nengungkapkan sudah sejak Mei mendaftar melalui Sekuritas Philip untuk menjadi investor di pasar modal. Rencananya diakan membeli saham-saham di sektor konstruksi, karena saat ini harga sahamnya yang diperkirakan akan meningkat.

Menurut dia, saat ini untuk berinvestasi di pasar modal tak perlu besar. "Kalau nantinya untung, lumayan untuk tambah jajan," katanya.

Sedangkan Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulut Fonny The mengungkapkan saat ini investor di Sulut sebagian berkisar berumur 17-45 tahun. Sehingga bisa dikatakan sebagian besar merupakan usia produktif. "Untuk itu pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat,"ungkapnya.

Seperti Investival Yuk Nabung Saham yang digelar di Mantos 2 merupakan ajang sosialisasi yang dilakukan kepada masyarakat dalam rangka bulan keuangan inklusif yang dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Kegiatan ink serentak dilakukan di seluruh Indonesia bekerjasama dengan perusahaan sekuritas," ungkapnya.

Saat ini pertumbuhan transaksi saham di Sulut mencapai 200 persen lebih (yoy). Sedangkan pertumbuhannya sekitar 17 persen. Pertumbuhan tersebut merupakan tertinggi dibandingkan dengan sektor lainnya.

Untuk target transaksi pasar modal pada 2016 BEI Sulut mencapai Rp 3 trilliun. Jumlah tersebut meningkat 200 persen bila dibandingkan dengan jumlah transaksi di 2015. Target kenaikan 200 persen diterapkan oleh BEI pusat dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) , pihaknya optmis akan tercapai.

Untuk mekanisme membuka program tersebut sama, yaitu masyarakat membuka rekening terlebih dulu, dengan pembukaan awalnya minimal Rp100 ribu, kemudian untuk menabungnya bisa disesuaikan dengan tingkat kemampuan investornya. Kemudian untuk membeli sahamnya bisa dilakukan tiap bulan dengan langsung auto debit dari rekening. (erv)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved