Yudhi: Jokowi ke Miangas, Harapan Baru Pembangunan Perbatasan dan Pulau Terluar
Ia Presiden Indonesia pertama yang mengunjungi Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fernando_Lumowa
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Presiden Joko Widodo menorehkan sejarah baru. Ia Presiden Indonesia pertama yang mengunjungi Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Jokowi berkunjung ke pulau paling utara Indonesia itu Rabu (19/10). Pemerhati Kebijakan Perbatasan RI, Dr Yudhi Wijayanto menilai, langkah Jokowi melahirkan optimisme baru terkait pemberdayaan wilayah perbatasan dan kepulauan terluar Indonesia.
Menurut Yudhi, kunjungan Jokowi yang juga menyertakan Ibu Negara Hj Iriana Joko Widodo, beberapa menteri dan staf memperlihatkan komitmen pemerintah memajukan kepulauan terluar.
"Selama ini wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar terlupakan. Presiden saat ini mengubah sistem ini. Pemerataan ekonomi dan pembangunan yang dirindukan masyarakat setempat puluhan tahun mulai tampak. Contohnya dihadirkannya Bandara Miangas," kata Yudhi dalam keterangan pers tertulis ke Tribun, Kamis (20/10).
Yudhi yang didampingi dr Enrico H. Rawung MARS, anggota tim kesehatan kunjungan RI1 di Sulut dan Dino Gobel, Kordinator Satgas Pariwisata menambahkan, sekarang saatnya pemerintah melakukan intervensi penuh kebijakan pengelolaan perbatasan.
"Dengan begitu tidak ada lagi egosektoral dalam pengelolaan perbatasan," tegas pria yang menjadikan Miangas sebagai bahan penelitian disertasi doktoralnya di Universitas Indonesia ini.
sementara itu, dalam disertasi Doktor nya, DR Yudhi memberikan lima saran praktis alternatif kebijakan terkait pulau kecil terluar, yaitu pertama,
Ia mengemukakan gagasan awal agar pemberdayaan perbatasan maksimal. Diantaranya, Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan idealnya berdiri otonom sebagai lembaga negara dan dikepala seorang kepala badan. Bukan seperti saat ini yang dilebur dalam kementerian.

Dr Yudhi Wijayanto, Staf Kepresidenan, pemerhati kebijakan perbatasan
Kemudian, perlunya UU khusus tentang perbatasan. "Lalu, Pembentukan daerah baru perbatasan serta pemekaran daerah perbatasan serta adanya intervensi kebijakan pengelolaan perbatasan di Pulau- Pulau Kecil Tertinggal ( PPKT) dan intervensi sosial budaya," kata staf kepresidenan ini.
Dalam pidato saat meresmikan Bandara Miangas, Jokowi menyatakan komitmennya akan membangun Indonesia secara merata. Bahwa, pembangunan tak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Sumatera.
"Kita ingin membangun Indonesia bukan hanya di Jawa saja, bukan hanya di Sumatera saja tapi kita bangun Indonesia dari depan dari pinggiran dari perbatasan" tegas Jokowi dalam sambutannya yang heroik saat tiba di Miangas saat itu.
Ia kembali menegaskan konsep pulau-pulau terluar di Nusantara sebagai beranda terdepan yang diberdayakan. "Sehingga pulau-pulau terdepan seperti Miangas betul betul kita perhatikan dan terus akan kita bangun. Kita memandang memandang Miangas tidak lagi sebagai pulau kecil diantara sedikitnya 17.000 pulau Indonesia. Miangas adalah wajah terdepan Indonesia yang strategis," tegas Jokowi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/jokowi-iriana_20161019_144919.jpg)