Siswa SMP Kristen Yobel Kema Minut Ikuti Simulasi Gempa dan Tsunami
Simulasi ini merupakan salah satu aspek penting untuk mengurangi terjadinya korban.
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung di SMP KRISTEN YOBEL KEMA II, tiba-tiba terasa goncangan, suara gemuruh dan ada yang teriak-teriak Gempaa, disebabkan oleh guncangan gempa bumi berkekuatan besar.
Guru kelas mengkoordinir siswanya untuk menyelamatkan diri dengan cara mengambil tas, menaruh diatas kepala dan masuk kekolong meja masing-masing termasuk juga guru kelasnya.
Ini bukanlah kejadian gempa yang sebenarnya. Ini adalah skenario dalam simulasi gempa bumi dan tsunami.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah pimpinan Bupati Vonnie Anneke Panambunan dan Wakil Bupati Ir Joppie Lengkong bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan simulasi kesiapsiagaan di lingkungan sekolah dalam rangka penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB) di SMP KRISTEN YOBEL Kema II Minahasa Utara. Kamis (20/10).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dr Rosa Tidajoh mengatakan bahwa kegiatan simulasi ini bertujuan untuk menginformasikan tindakan dan langkah yang harus dilakukan agar terwujud kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi terjadinya bencana.
Simulasi ini merupakan salah satu aspek penting untuk mengurangi terjadinya korban.
"Kema II Minahasa Utara dipilih menjadi tempat dilaksanakannya simulasi gempa bumi dan tsunami ini karena berdasarkan hipotesa hasil kajian ditemukan daerah ini memiliki potensi yang tinggi terhadap bencana gempa bumi, tsunami dan banjir rob jelas Frans Stive Paat PJOK sebagai Penanggungjawab Operasional kegiatan Sekolah Madrasah Aman Bencana(SMAB).
Vonnie Anneke Panambunan dalam sambutannya mengatakan kegiatan simulasi kesiapsiagaan penanggulangan bencana kiranya informasi, pengetahuan dan pengalaman yang diberikan oleh nara sumber dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang di peroleh dalam simulasi ini menjadi modal berharga dalam upaya menyelamatkan diri.
"Kita tetap selalu berdoa, Tuhan pasti menjaga, melindungi, dan menjauhkan kita semua dari segala bencana," kata Panambunan.
Kegiatan simulasi kesiapsiagaan di lingkungan sekolah dalam rangka penerapan Sekolah Madrasah Aman Bencana (SMAB) di ikuti oleh siswa siswi SMP KRISTEN YOBEL KEMA II dan dihadiri oleh Camat Kema, Hukum Tua Kema II, orang tua murid, dan masyarakat sekitar.(fer)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-gempa2_20160619_131635.jpg)