Breaking News
Sabtu, 18 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Runner Up II Miss Word 2015 Berbagi Cerita Sukses di Acara IYD Manado 2016

Sukses setiap orang tidak lepas dari campur tangan Tuhan. Itulah ungkapan Maria Harfanti, Miss Indonesia 2015 dan Runner up II Miss World 2015.

Penulis: | Editor:
net
Maria Harfanti, Miss Indonesia 2015 

Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sukses setiap orang tidak lepas dari campur tangan Tuhan. Itulah ungkapan Maria Harfanti, Miss Indonesia 2015 dan Runner up II Miss World 2015 saat hadir dalam ngobrol pintar (ngopi) Indonesian Youth Day (IYD), di Sentrum Agraris Lotta, Rabu (5/10).

"Seberapa suksesnya kita jangan lupakan Tuhan. Tuhan akan selalu membantu kita," ujarnya.

Ia mengatakan yang paling berpengaruh dalam hidupnya ialah orang tua. Apapun cita-citanya, orangnya mengajarkan ia agar terus rendah hati.

"Perjalanan saya menjadi menjadi miss Indonesia dan runner up II miss world, karena novena. Novena bagi saya ialah doa yang mujarab jika benar-benar tulus didoakan," katanya.

Novena yang ia doakan ialah Novena 3 salam Maria, novena wasiat dan Novena Hati Kudus Yesus. Malam sebelum Final Miss Indonesia dan Miss World, ia mendoakan novena itu.

"Saat membawa nama Indonesia, doa mempengaruhi hidup saya. Saya mampu santun, ramah, dan konsisten," katanya.

Ketika ia mampu melangkah lebih jauh. Ia yakin Tuhan berperan dalam langkahnya dan Tuhan yang memilihnya masuk dalam sepuluh besar.

"Sekarang saya ikut proyek sosial membuat operasi sumbing. Organisasi kami ada di 85 negara," ujarnya.

Ia mengatakan bulan Juli 2016 lalu, ia sudah mengunjungi rumah sakit di Kenya. Ia ingin berkarya di daerah-daerah juga.

"Saya juga perduli fondasi pendidikan. Sekarang saya masih menempuh pendidikan strata dua," katanya.

Andrew dari Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) bertanya kepada Maria kapan ia berjumpa dengan Tuhan. Ia juga bertanya pengaruh komunitas kepadanya mewartakan sukacita Injil.

"Saya sejak kecil masuk paduan suara Salve Regina di mana yang melatihnya ayah saya sendiri. Saya melayani misa di
gereja," ujarnya.

Selain Maria, sebelumnya hadir pula ketua Komisi Wali Gereja Indonesia (KWI) Mgr.Ignatius Suharyo. Ia berdialog dengan peserta soal bagaimana OMK mewartakan sukacita Injil.

Hadir pula Yunitha, dari pengiat Jaringan Kerja Sama Antar Umat Beragama (Jaka Tarub). Ia menceritakan mulai dari saat ia didiskriminasi karena etnisnya sampai masuk jaka tarub, diterima dan mampu bekerja sama dengan umat beragama lain.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved