Tribun Manado TV

Kantor Pos Salurkan Bantuan PKH, Jahida Rela Antri Sejak Pagi

Jahida Tanda (43) seorang ibu rumah tangga asal Desa Bungko Kecamatan Kotamobagu Selatan rela mengantri sejak pagi.

Laporan wartawan Tribun Manado Handhika Dawangi

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Jahida Tanda (43) seorang ibu rumah tangga asal Desa Bungko Kecamatan Kotamobagu Selatan rela mengantri sejak pagi untuk mendapatkan uang tunai bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Bantuan PKH tersebut disalurkan Kantor Pos Kotamobagu untuk triwulan ketiga tahun 2016 dimulai Rabu (28/9).

"Sudah sejak jam tujuh pagi saya sudah disini (Kantor Pos) nomor antrian saya 96. Sampai pukul 10.35 ini yang dipanggil tadi itu nomor 26," ujar Jahida kepada Tribun Manado.

Jahida mengaku tidak punya pengeluhan meskipun harus berjam-jam menunggu giliran dan duduk di lantai di bagian depan Kantor Pos. "Mau mengeluh apa lagi, uang ini kan diberikan cuma-cuma," ujar dia.

Sebelumnya pada triwulan kedua Jahida mengatakan menerima uang tunai bantuan PKH sebesar Rp 512.000. "Uang tersebut untuk membiayai anak-anak saya. Ada tiga anak, SD kelas enam, SMP kelas satu, dan balita," ujar dia.

Jahida satu diantara 627 ibu rumah tangga yang memadati Kantor Pos saat itu. Hari ini memang kantor melaksanakan penyaluran secara serentak di Bolaang Mongondow raya.

"Ada 14 kantor cabang di Bolaang Mongondow raya dan sebagian di masing-masing kecamatan. Untuk
Kotamobagu dilaksanakan sekaligus empat kecamatan sebanyak 627 Keluarga diantaranya dari Kotamobagu Barat 178 keluarga, Kotamobagu Selatan 199 keluarga, Kotamobagu Timur 153, dan Kotamobagu Utara 97," ujar
Ayu Kartika Wati Ketua Satgas Penyaluran PKH.

Lanjut Ayu jumlah uang tunai bantuan PKH yang diterima berbeda setiap keluarga. "Jumlah uangnya tidak sama, karena keluarga penerima bantuan itu dilihat sesuai dengan jumlah anak berapa, hamil atau tidak, dan ada kriteria lainnya yang ditentukan Dinas Sosial Pusat. Kami disini hanya menyalurkan bantuannya saja," ujar Ayu.

Jumlah uang yang diterima
paling sedikit itu Rp 112500 dan paling banyak Rp 600 ribu. "Objek bantuan ini sebenarnya untuk ibu-ibu. Namun jika ada bapak yang datang boleh tapi harus membawa Kartu Keluarga untuk membuktikan bahwa benar suami dari penerima PKH," ujar Ayu.

Halaman
Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved