Ronny Mamesah Marah Lantaran Usahanya Dibongkar
Ronny Mamesah datang dengan mobilnya berwarna abu-abu. Dia pun membentak para petugas yang membongkar paksa usahanya meski tak berpenghuni sama sekali
Penulis: Nielton Durado | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Tribun Manado Nielton Caves Durado
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Awalnya penertiban kawasan hijau di jalan Boulevard Rabu (21/9), berjalan dengan tenang. Para pedagang tidak memberikan perlawanan ketika para anggota Satuan Polisi Pamong Praja datang memberikan ruas jalan itu.
Bahkan mereka sendiri yang mengangkat barang-barang dari jalan tanpa menunggu satpol PP datang.
Namun memasuki pukul 11.00 Wita, Ronny Mamesah datang dengan mobilnya berwarna abu-abu. Dia pun membentak para petugas yang membongkar paksa usahanya meski tak berpenghuni sama sekali.
"Kalian harusnya bilang dulu kalau mau bongkar begini. Kami juga bayar pajak, dan asal kalian tahu, baju yang digunakan itu hasil dari pembayaran pajak kami," teriaknya kepada petugas.
Ketika ditemui ia menjelaskan bahwa awalnya sangat mendukung program jalur hijau yang digadang oleh pemerintah kota Manado.
"Saya dukung progam ini, tapi yang sangat disesalkan bahwa para petugas satpol PP ini maupun pemerintah kecamatan sini tak pernah menyurat atau memberitahu secara lisan pada dirinya kalau ada penertiban hari ini," ujarnya.
Lanjut, kalau dia tahu maka dirinya akan membongkar sendiri tanpa menunggu para petugas ini. "Ini kan hanya sebuah atap yang sedikit Keluar jalur, jadi kalau mereka beritahu, saya sendiri yang akan bongkar. Tapi sekarang karna sudah pakai alat berat, maka sampai tembok saya juga retak," jelas dia pada insan media.
Imbasnya dia tak bisa berjualan pada hari ini karna harus memperbaiki dapurnya yang rusak. "Bagaiman bisa jualan kalau dapur sudah rusak begini? Lalu siapa yang bayar pajak? Satpol PP? Tidak mungkin, bajunya mereka saja pakai yang uang negara, belum tentu mereka juga sering taat bayar pajak," ungkapnya.
Terpisah, Kasat Satpol PP Manado Xaverius Runtuwene membantah bahwa tidak adanya Pemberitahuan.
"Sudah sejak lama, kami katakan bahwa 10 meter dari jalan itu adalah kawasan jalur hijau, jadi harus ditertibkan, namun sampai saat ini mereka tidak ada yang mau membongkarnya, jadi terpaksa kami bongkar, dan ini adalah perintah. Sedangkan kami hanya Menjalankan tugas," tandasnya. (nie)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/jalur-hijar-manado_20160921_223740.jpg)