Bulog Serap Jagung Petani di Sulut
Perum Bulog Divre Sulawesi Utara (Sulut) dan Gorontalo melakukan menyerap komoditas jagung petani lokal
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Herviansyah
TRIBUANADO.CO.ID, MANADO-Perum Bulog Divre Sulawesi Utara (Sulut) dan Gorontalo melakukan menyerap komoditas jagung petani lokal, karena sudah menjadi tugas dari pemerintah pusat untukbmelakukan pembelian.
"Penyerapan kami lakukan sejak awal tahun 2016, kami terus melakukan penyerapan jagung petani lokal, berapapun jumlahnya akan dibeli," ujar Kepala Perum Bulog Divre Sulut Sabaruddin Amrullah, Rabu (21/9/2016).
Amrullah menambahkan pihaknya mendapat target penyerapan jagung lokal baik di Sulut maupun Gorontalo sebanyak 100 ton, namun sampai September yang terserap baru sekitar 20 ton. Hal ini dikarenakan harga jual jagung di pasaran masih lebih tinggi dibandingkan harga yang ditetapkan pemerintah.
Harga beli jagung yang ditetapkan pemerintah dengan kadar air 15 persen, aflatoksin 100, butir rusak tiga persen, jamur dua persen, pecah dua persen, dan benda asing dua persen dihargai sebesar Rp3.150 per kilogram. Kalaupun petani lebih memilih jual ke pedagang, Perum Bulog tidak akan mencegah karena mungkin saja lebih menguntungkan petani tersebut.
"Namun yang harus catatan Perum Bulog hanya sebagai penyangga jika harga jagung di tangan petani anjlok," tuturnya.
Dengan demikian jika harga di tangan pedagang masih lebih mahal, pasti petani akan lebih memilih menjual ke pasar ketimbang Bulog. Namun, Perum Bulog Sukut siap membeli jagung petani dengan harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sampai saat ini, ljagung yang paling banyak terserap dari Gorontalo kemudian kemudian Bolaang Mongondow. (erv)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/panen-jagung_20160215_171050.jpg)