Selasa, 7 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Halaman Markas Kodim 1302 Minahasa Jadi Tempat Salat Idul Adha

Mereka yang setiap hari bertugas dengan ketegasan dan disiplin kali ini bersimpuh berserah menyembah Allah SWT.

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS

Laporan Wartawan Tribun Manado, Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID,TONDANO - TNI, Polisi, dan masyarakat berbaur menjadi satu dalam khusyuknya salat Idul Adha di halaman depan Markas Kodim 1302 Minahasa, Senin (12/9) pagi.

Mereka yang setiap hari bertugas dengan ketegasan dan disiplin kali ini bersimpuh berserah menyembah Allah SWT.

Nampak dalam salat tersebut Dandim 1302 Minahasa Letkol CZI Andi Kusuma berdampingan dengan Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair SIK, serta dari PHBI Minahasa, kepala Pengadilan Agama Minahasa, serta masyarakat.

Namun sebelum salat dimulai, terlebih dahulu para jamaah mendengarkan sambutan dari Bupati Minahasa Jantje Sajow yang menjelaskan bahwa Idul Adha sebagai pencerahan jiwa.

"Karena dengan berkurban berarti jiwa kita terhubung dengan ketaqwaan kepada Allah, kurban juga memupuk keikhlasan, kejujuran, dan kesabaran yang membimbing seluruh umat untuk semakin mencintai Allah dan sesamanya, serta mempererat tali persaudaraan dan rasa solidaritas dengan saudara yang membutuhkan," jelas dia.

Hal tersebut menurutnya, tercermin dari kerelaan umat Islam untuk mengorbankan apa yang dimilikinya sebagai wujud ketaatan terhadap semua perintah Allah.

"Idul Adha memiliki makna rohani dan kemanusiaan sebagai bukti aktual komitmen kebersamaan dan rasa sepenanggungan dengan saudara yang kurang mampu untuk mempertinggi rasa kesetiakawanan sosial dan membangun empati terhadap sesama ciptaan Tuha," jelas dia.

Ia meminta agar semua umat islam di Minahasa dapat terus hidup berdampingan dan menjaga kebersamaan di wilayah Minahasa, serta membina, meningkatkan, dan menegakkan kehidupan beragama yang merupakan tugas bersama, juga menumbuhkan keharmonisan hidup seperti yang tercipta dan terpelihara selama ini.

Aktualisasi ajaran agama menjadi penting dalam menjaga toleransi di Minahasa," jelasnya.

JWS sapaan akrabnya meminta juga agar warga Muslim di Minahasa terus mempraktekkan kehidupan toleran dan menjauhi fanatisme agama yang sempit agar terhindar dari berbagai bentuk perselisihan dan perpecahan.

"Saling mendukung dalam menciptakan situasi kondusif di Minahasa, agar pembangunan bisa berjalan baik, serta wujudka semangat damai dan aman," ujarnya.

Dalam prakternya menurut dia, adalan pengorbanan sebagai aparat harus bersikap berkorban.

"Kalau kita lelah kita tidak punya semangat untuk mengayomi masyarakat dan menjaga kerukunan dan hubungan baik, supaya masyarakat bisa hidup damai," jelasa dia.

Menurutnya orang Minahasa sangat toleran dan menghargai.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved