Garuda Indonesia Larang Penumpang Pakai Samsung Galaxy Note 7 Dalam Kabin Pesawat
Langkah Garuda Indonesia tersebut muncul sebagai reaksi atas pengumuman dari Otoritas penerbangan Amerika Serikat, Federal Aviation Administration.
Asosiasi maskapai dunia, International Air Transportation Association (IATA) yang beranggotakan 260 maskapai, menyatakan telah mengevaluasi potensi risiko yang mungkin ditimbulkan oleh Galaxy Note 7.
Asosiasi itu turut menyebutkan bahwa perangkat-perangkat lain pernah ditarik dari pasaran lantaran masalah baterai.
“Meski Samsung merupakan contoh terbaru soal ini, selama 12 bulan terakhir, pabrikan-pabrikan lain juga telah melakukan recall dan mengeluarkan peringatan soal baterai lithium di dalam laptop. Jadi, industri penerbangan sudah familiar dan bisa menangani seituasi,” sebut IATA.
Tanggapan Samsung
Atas keluarnya aturan khusus untuk pemakaian Galaxy Note 7 di maskapai Garuda Indonesia dan maskapai lainnya, Samsung Indonesia memberikan rujukan pernyataan resmi dari Samsung pusat.
"Prioritas nomor satu kami adalah keselamatan pengguna. Kami meminta pengguna untuk menonaktifkan Galaxy Note7 milik mereka dan melakukan penukaran unit sesegera mungkin," kata President of Mobile Communications Business Samsung Electronics, DJ Koh dalam sebuah pernyataan tertulis yang dirilis, Sabtu (10/9/2016).
Sebelumnya, Samsung telah mengumumkan penarikan semua unit Galaxy Note 7, baik yang sudah berada di tangan konsumen, gudang dan peritel. Pemilik Galaxy Note 7 diminta mengembalikan ponsel tersebut dan dijanjikan akan mendapat unit baru.
Sebanyak 2,5 juta unit Galaxy Note 7 ditarik dari pasaran karena kendala pada baterai. Pabrikan Korea Selatan itu menjanjikan kompensasi ke pengguna atas ketidaknyamanan ini.
Di Indonesia, Samsung telah membatalkan pemesanan Galaxy Note 7 dan mengembalikan seluruh dana pemesan. Selain itu, Samsung akan memberikan kompensasi atas pembatalan pre-order tersebut.