Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Praktik Korupsi Marak Saat Pilkada, Sistem Politik Harus Dibenahi

Guna menutup maraknya praktik korupsi saat pemilihan kepala daerah, sistem politik dan sistem pemilihan kepala daerah harus dibenahi.

Editor:

Ray R‎angkuti menegaskan, perilaku korupsi selalu berdampak terhadap hak publik yang terampas.

Sebab, jika korupsi dilakukan maka sudah jelas pembangunan infrastruktur ‎akan terhambat.

‎"Disinilah kita meminta tanggung jawab partai politik. ‎Partai Politik tidak lagi memberi kesempatan para koruptor untuk maju dalam Pilkada," tegasnya.

"Sekali lagi saya ingatkan, Pilkada ditujukan untuk menciptakan pemerintahan bersih bukan malah tampa gila dan kacau," cetusnya.

Direktur Eksekutif Central Budget Analysis Uchok Ucok Sky Khadafi dari CBA menilai, pilkada di Indonesia masih suram, pilkada tanpa poruptor pun masih sebatas mimpi masyarakat.

"Pilkada saat ini masih dikuasai oleh koruptor dan sponsor (pengusaha) yang memiliki kepentingan terhadap daerah," ujar Uchok.

Kata Uchok, pilkada makin suram ketika melihat kinerja Komisi Pemilihan Umum yang biasa-biasa saja.

Bahkan Bawaslu sepertinya tidak memiliki taring ketika melakukan pembiaran terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi selama Pilkada.

Partai juga, kata Uchok makin memperparah dan memperkokoh berkibarnya koruptor dalam setiap perhelatan Pilkada.

"Dari sisi partai juga, mereka tidak melihat rekam jejak calon, sekalipun mereka baru bebas dari penjara karena maling duit rakyat. Di Internal Partai masih ada yang berpikiran bahwa jika ingin menang Pilkada maka harus memiliki banyak uang dan yang banyak uang itu kan Koruptor," cetusnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved