Nelayan Popareng Pilih-pilih Ikan untuk Ditangkap
Caranya, antara lain dengan rutin melakukan pengawasan dan melaporkan ikan hasil tangkapannya dengan mengukur panjang dan menimbang berat ikan.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Balai Taman Nasional Bunaken (BTNB) terus mendorong kemandirian kelompok nelayan.
Bekerja sama dengan Rare Indonesia, BTNB memberikan sosialisasi tentang pengelolaan akses area perikanan (PAAP).
"Maksud dari PAAP ini adalah untuk menggabungkan antara area pengelolaan perikanan dan area tabungan ikan (zona larang ambil)," ujar Eko Handoyo dari BTNB, Sabtu (2/8).
Dia menjelaskan, akhir-akhir ini ikan hasil tangkapan dari wilayah pesisir terus berkurang.
Dengan pemberlakuan PAAP, para nelayan tetap bisa menangkap ikan namun turut dalam pelestarian ikan jenis-jenis tertentu, sehingga hewan-hewan di laut tidak punah.
PAAP nantinya akan dikelola oleh kelompok masyarakat yang memiliki hak akses pada lokasi tersebut.
Dengan demikian, melekat tanggung jawab untuk selalu memonitor kondisi wilayah perairannya.
Caranya, antara lain dengan rutin melakukan pengawasan dan melaporkan ikan hasil tangkapannya dengan mengukur panjang dan menimbang berat ikan.
Dengan hal ini pengakuan dan perindungan terhadap nelayan kecil dan tradisional dapat terakomodir.
BTNB dengan Rare Indonesia sudah menggelar acara untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan kepada para nelayan di Popareng, Kecamatan Tatapaan. Pada kegiatan ini diikuti sejumlah kelompok nelayan.
Acara peningkatan kapasitas kelembagaan kelompok di Popareng yang terdiri dari Kelompok Nelayan Cahaya Tatapaan, Bethlehem, dan Tuama Bahari. Acara dibuka oleh Camat Tatapaan, Verra Karwur.
"Kami berterima kasih ada perhatian Taman Nasional Bunaken kepada nelayan kecil dan tradisional untuk itu diharapkan kerja sama dari para belayan demi kemajuan kedepan," kata Verra. (fionalois watania)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kapal-nelayan-parkir_20160622_145357.jpg)