Yopie Pangemanan Kembali Jadi Rektor UKIT
Aksi demontrasi mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) berlanjut hingga Rabu (31/8).
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Aksi demontrasi mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) berlanjut. Jika sebelumnya mereka berdemonstrasi di kampus, kali ini ratusan mahasiswa dari tujuh fakultas 'menyerbu' kantor Sinode GMIM, Rabu (31/8).
Demonstrasi ini kelanjutan dari aksi serupa sehari sebelumnya di kampus UKIT menolak pemberhentian sementara Rektor UKIT Yopie Pangemanan oleh Badan Pengurus Yayasan AZR Wenas.
Valdo, seorang mahasiswa UKIT, menyampaikan ada tiga agenda yang akan diuraikan dalam aksi mereka di kantor Sinode GMIM.
Penolakan atas SK pembebasan tugas sementara Rektor UKIT Yopie Pangemanan. Kemudian menyorot persoalan Pascasarjana UKIT yang menggelar ujian tanpa izin Rektor. Diduga karena persoalan di Pascasarjana inilah yang melatarbelakangi pemberhentian Rektor oleh segelintir elite Yayasan.
Selanjutnya mereka menyorot bantuan atas Pascasarjana UKIT untuk pengembangan kampus, namun tak kunjung terealisasi.
Tepat di depan kantor Sinode GMIM, mahasiswa membawa aspirasi lewat orasi dengan pengeras suara.
Demo berlangsung tertib, mahasiswa tak menggunakan seluruh badan jalan sehingga kendaraan masih bisa hilir mudik di tengah aksi tersebut.
Aksi demonstrasi itu disambut langsung Sekretaris Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM Pdt Hendrie Runtuwene di depan kantor Sinode.
Runtuwene menyambut hangat kedatangan para pendemo. Ia pun berkesempatan menyampaikan orasi di hadapan para mahasiswa.
Kedatangan para mahasiswa menyalurkan aspirasi, menurut Runtuwene, tak hanya aspirasi sebagai mahasiswa. Ia menganggap, banyak juga mahasiswa UKIT merupakan warga gereja GMIM. "Ini juga merupakan aspirasi sebagai warga gereja," kata dia.
Ia pun membuka forum diskusi terbuka, agar diskusi berlangsung lebih nyaman. Runtuwene mengundang para mahasiswa masuk ke kantor Sinode GMIM.
Runtuwene menegaskan kantor Sinode juga merupakan milik jemaat sehingga para mahasiswa juga berhak datang berkunjung. Namun, harapannya jangan semua mahasiswa masuk, idealnya beberapa perwakilan mahasiswa untuk diskusi.
"Dengan segala maaf, ada kegiatan pelayanan gereja tidak bisa menerima semua. Ada pelayanan 943 jemaat," kata dia.
"Kantor ini milik saudara-saudara tetapi dengan catatan ada pelayanan jemaat, kalau semua masuk mengganggu pelayanan jemaat yang saudara-saudara perjuangkan," ungkapnya.
Adapun, aksi demonstrasi ini awalnya fokus untuk menolak pemberhentian Rektor UKIT Yopie Pangemanan. Namun belakangan, tuntutan itu tak lagi digaungkan menyusul SK baru dari Yayasan AZR Wenas yang kembali mengaktifkan Yopie Pangemanan sebagai Rektor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/demo-ukit_20160831_124743.jpg)