Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Duuuh, Panjat Batu Bentuk Kelamin Pria yang Disakralkan, Turis Ini Diburu

Turis tersebut berulah dengan memanjat batu berbentuk kelamin pria yang disakralkan oleh penduduk setempat.

Editor: Fransiska_Noel
COCONUTS BANGKOK

TRIBUNMANADO.CO.ID, BANGKOK - Otoritas berwenang di Koh Samui, Thailand, tengah memburu seorang turis asing nakal.

Turis itu dituduh melakukan tindakan tak sopan dan tak menghormati kearifan lokal di pulau tersebut.

Turis tersebut berulah dengan memanjat batu berbentuk kelamin pria yang disakralkan oleh penduduk setempat.

Dia memanjat untuk berpose ketika difoto.

Kasus ini berawal dari unggahan foto-foto yang disebar melalui akun grup Facebook “Samui People”. Demikian diberitakan Coconuts Bangkok, Rabu (24/8/2016).

Berbagai komentar muncul menyertai foto itu. Umumnya, netizen mengecam ulah wisatawan tersebut dan menyebutnya tak menghormati kepercayaan penduduk lokal.

Ada pula kelompok lain yang mengecam perbuatan itu, karena berpotensi merusak batu tua tersebut.

Sekretaris Jenderal Koh Samui, Jarisak Wanbaworn, mengatakan, sesungguhnya di lokasi tersebut telah dipasang tanda baru yang mengingatkan para turis agar tak memanjat.

Namun dia baru menyadari bahwa tanda tersebut sekarang telah rusak.

Lokasi yang diberi nama Hin Ta dan Hin Yai atau Kakek dan Nenek Bebatuan, adalah formasi bebatuan tua yang menawan di Pulai Koh Samui.

Uniknya, gugus bebatuan itu membentuk alat kelamin pria dan wanita.

Selanjutnya, kawasan bebatuan itu oleh penduduk setempat dijadikan tempat sakral dan menjadi simbol "tak ingkar janji".

Cerita rakyat kuno, pada suatu ketika, Kakek Kreng dan Nenek Riam, yang berasal dari Nakhon Sri Thammarat, berlayar ke Koh Samui.

Mereka datang ke pulau itu untuk mencarikan jodoh bagi anak lelaki mereka. Namun, ketika pasangan itu tiba di Pantai Lamai, badai menghantam.

Perahu yang mereka tumpangi terbalik dan seluruh mas kawin pun tenggelam dan hilang di dalam air.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved