Breaking News
Selasa, 5 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Buruan! Kuliah Gratis di Australia, per Hari Dapat Uang Saku Rp 800 Ribu, Ini Syaratnya

Dalam satu dekade terakhir, sekitar 5.000 pelajar dalam negeri mendapat beasiswa Australia Awards Scholarship in Indonesia.

Tayang:
Editor: Fransiska_Noel

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dalam satu dekade terakhir, sekitar 5.000 pelajar dalam negeri mendapat beasiswa Australia Awards Scholarship in Indonesia (AAI) untuk kuliah ke Negeri Kanguru.

Beasiswa ini menawarkan program S-2 dan S-3. Tertarik?

Tapi, jauh sebelum melamar beasiswa tersebut, ada baiknya Anda gali informasi lebih dalam tentang AAI. Jangan sampai salah mengambil langkah!

Tujuan AAI adalah untuk memberi pengetahuan baru, skil, juga memupuk sikap positif pelajar Indonesia.

Setelah lulus, mereka diharapkan mampu menggunakan keahlian di bidang masing-masing untuk berkontribusi kepada masyarakat sebangsa.

Sebenarnya, besiswa tersebut terbuka bagi masyarakat umum. Namun, memang, kandidat dengan latar belakang tertentu cenderung memiliki kesempatan lebih tinggi, misalnya pelamar berasal dari daerah fokus AAI di Indonesia.

Beberapa daerah yang dianggap AAI lebih memerlukan sumber daya manusia berkualitas jadi fokus utama, yaitu Aceh, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.

Berdasarkan situs resmi AAI, 70 persen beasiswa akan diberikan kepada pelamar dari daerah tersebut.

Lembaga yang memiliki kerja sama dengan pemerintah biasanya berkesempatan pula mendapat beasiswa.

Meski demikian, bukan berarti pelamar dari daerah lain tak punya kesempatan. Ingat, AAI juga membuka kategori untuk pelamar umum.

Syarat dan pembiayaan

Durasi maksimal pembiayaan kuliah S-2 adalah dua tahun. Mengambil lebih dari satu studi atau penelitian pun tak mengapa asal diperbolehkan perguruan tinggi tujuan dan perkuliahan tetap rampung dalam dua tahun.

Sementara itu, jenjang S-3 maksimal selesai dalam empat tahun. Namun, jenjang ini dikhususkan untuk staf perguruan tinggi, institusi riset, atau lembaga pemerintah. Kalau bisa, pelamar sudah mengantongi letter of support dari perguruan tinggi tujuan.

Selain itu, skor tes bahasa Inggris pelamar perlu diperhatikan. Jika menggunakan standar IELTS, nilai minimal yang diperlukan adalah 6,5.

Paper-based test TOEFL juga bisa digunakan asalkan skornya mencapai 580 dan dengan nilai tes menulis paling rendah 4,5.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved