Dapat Bantuan 17 Bus, Agung Masih Pikirkan Biaya Pengirimannya
"Pengiriman (bus) dibebankan kepada pemerintah Kotamobagu," ujar Agung, Minggu (7/8/2016)
Penulis: Handhika Dawangi | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Kepala Dinas Perhubungan Kebudayaan Pariwisata Komunikasi dan Informasi (Dishubbudparkominfo) Kotamobagu Agung Adati masih harus memikirkan cara untuk membawa 17 bus bantuan Kementerian Perhubungan ke Kotamobagu.
"Pengiriman (bus) dibebankan kepada pemerintah Kotamobagu," ujar Agung kepada Tribun Manado, Minggu (7/8/2016)
.
Sebenarnya ia dan anak buahnya sudah membahas cara pengiriman ini. Pertama pengiriman dari Jakarta langsung ke pelabuhan Bitung. Dari Kota Cakalang tersebut, kemudian melalui jalur darat menuju Kotamobagu.
Kedua, 17 kendaraan dibawa melalui jalur darat dari Jakarta ke Surabaya, kemudian dimuat ke kapal laun menuju Makassar. Lalu dari Makassar kembali menggunakan jalur darat. Sopir dari Kotamobagu sudah menjemput di Makassar.
Namun Agung tetap harus berpikir keras lantaran, dua cara tersebut membutuhkan dana yang tidak sedikit.
"Untuk cara pertama dari Jakarta ke Bitung itu informasi awal perhitungan biayanya Rp 50 juta, sedangkan cara kedua itu biayanya ditekan hingga Rp 30 juta," ujar dia.
Pihaknya kini masih mengusulkan biaya pengiriman kendaraan tersebut kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotamobagu. Dia berharap biaya pengiriman bisa masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2016.
"Kemungkinan besar (kendaraan) itu akan diterima pada Desember ini. Kami masih menunggu surat dari Kementerian Perhubungan," kata Agung. (handhikadawangi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/agung-adati_20160502_001828.jpg)