Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pertamina Bantu Siapkan BBM Nelayan di Kema

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara bekerja sama dengan Pertamina menyediakan kebutuhan bahan bakar minyak.

Penulis: | Editor: Lodie_Tombeg
FOTOGRAFER TRIBUN MANADO/ANDREAS RUAUW
Masih takut ancaman cuaca buruk dan gelombang tinggi, nelayan pesisir Teluk Manado pilih parkir perahu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara bekerja sama dengan Pertamina menyediakan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Minut, Arie Kambong melalui Sekretaris Alfianus Sandag, pemerintah dan perusahaan memberikan keuntungan dan membantu nelayan menggunakan BBM non subsidi. Di bawah 30 GT harus memakai BBM subsidi dan di atas 30 GT harus memakai BBM non subsidi. "Kami memberikan apresiasi kepada Pertamina dan agen PT Saferindo Inti Perkasa yang sudah memberikan kemudahan bagi para nelayan," kata dia.

Meinvi selaku Owner PT Saferindo Inti Perkasa, mengatakan, pihaknya sudah membuka dua cabang di Minut. "Kami sudah ada di Tempat Pelelangan Ikan Tumumpa. Saat ini kami ada di Kema," ujar Meinvi.

Lanjutnya, di Tumumpa, nelayan bisa mendapat solar dengan mudah. Nelayan di sana bisa terbantukan. "Kami ingin nelayan ini bisa menerima dan memudahkan nelayan. Solar kami tersedia 24 jam dan tetap menyediakan dan memermudahkan nelayan. Memberikan harga spesial, tidak akan dijual dengan mahal," jelasnya.

Manurut Jodi Remadi, SR Pertamina, para nelayan tidak akan kesulitan BBM. "Harga akan disesuaikan dengan nelayan. Harga di bawah SPBU nonsubsidi khusus nelayan," ujar Jodi.

Lanjutnya, diharapkan dari Pertamina bisa mendukung dan bantu para nelayan. "Berbeda dengan subsidi, kalau pengambilan tidak perlu rekomendasi, kalau perlu 100 atau 200 liter bisa langsung dibeli. Dengan adanya PT SIP bisa membantu para nelayan," kata dia.

Korneles Daniel (43), seorang nelayan yang hadir dalam sosialisasi sangat mendukung. "Sangat bagus dengan adanya sosialisai juga kehadiran Pertamina dan PT SIP, kalau ambil solar harus urus rekomendasi dan baru keluar minyak," kata warga Jaga X, Desa Kema ini.

Begitu juga membeli di SPBU harus bawa surat dokumen kapal. "Biasanya kami sangat memerlukan solar dan bensin untuk melaut, agar supaya tidak susah cari minyak," katanya.

Sosialisasi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan berlangsung di Pos Nelayan Kaburukan PPI Kema III.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh, Sekertaris Dinas kelautan dan perikanan Minut, Ir Alfianus V Sandag, Jodi Remadi SR BBM Industri Pertamina, Owner PT Saferindo Inti Perkasa Meinvi, serta para nelayan. *

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved