Manado United
Bakal Ada Angka Sembilan di Nama MU
Tak hanya persiapan fisik dan mental, Manado United (MU) juga menuntaskan persiapan non teknis seperti kostum kandang dan tandang
Penulis: | Editor:
AI, sapaan akrab Wakil Wali Kota Manado Harley Mangindaan, langsung bersemangat. Nada bicaranya sarat optimisme saat berbicara kiprah MU, belum lama ini. Termasuk soal pesan dan makna di balik logo kesebelasan yang diharapkan meneruskan tradisi sepak bola di Bumi Kawanua.
Tentu saja pascaredupnya Persmin Minahasa, Persibom Bolmong, dan Persma Manado. Secara garis besar kata Ai, logo MU menggambarkan luapan semangat warga Manado. "Logo MU saat ini, saya yang membuatnya. Dan mempunyai arti yang mendalam," ucapnya singkat. Ai lantas jeda sejenak. "Karena dalam logo itu mengandung berbagai makna," sebutnya.
Dalam logo yang terdapat burung elang terbang tinggi. Kata Ai, memiliki pengertian MU dapat melesat tinggi, dengan memperoleh poin tinggi hingga menempati papan atas LPI. Dengan berbagai persiapan matang, dia berharap tim mampu melakoni setiap pertandingan dengan mendulang kemenangan demi kemenangan, atau setidaknya hasil positif.
Sedangkan awan biru yang menutupi awan putih dengan petir memvisualisasikan badai biru. Itu katanya, karena sepak bola Manado terkenal dengan sebutan badai biru. Dengan logo itu, dia berharap bukan hanya kiprahnya mendapat tempat di penggila bola Manado, dan warga Sulut secara umum.
Namun katanya, logo itu juga menjadi identitas dan jati diri MU. Soal kabar adanya logo lain, Ai mengaku dirinya belum tahu. Namun dia mengakui, selain MU pihak LPI juga membuat logo sendiri. Saat ini lanjut Ai, logo MU masih logo buatannya. Kendati demikian, dia tak menolak adanya perubahan.
"Ke depannya, logo itu akan disayembarakan," sebutnya. Terpisah, Direktur MU Ronny Pangemanan, akrab dipanggil Ropan, mengungkapkan, logo resmi MU di setiap pertandingan menggunakan badge berlambang bola dan gambar ikan dikeliling stir kemudi kapal laut.
Kata Ropan, logo dibuat LPI mengontrak konsultan internasional berpengalaman. Konsultan itu sebutnya, pernah mendesainkan logo tim Nagoya di Jepang. "Logo yang terdapat burung elang adalah sementara saja," sebutnya. Logo versi LPI, kata Ropan, juga memvisualisasikan entitas Manado, dan Sulut secara umum.
Ikan melambangkan Manado penghasil ikan yang cukup banyak. Bola memiliki arti Manado sepakbola menjadi olah raga masyarakat. Sedangkan stir kapal laut bermakna Manado kota bahari. Dasar argumentasinya suksesnya penyelenggaraan Sail Bunaken 2009. "Menurut saya logo itu sangat bagus sekali. Karena mewakili keadaan Sulut," sebutnya.
Soal nama resmi MU, Ropan mengungkapkan nantinya akan ditambahkan angka 9. Maknanya, Manado yang kondang sebutan Kota Tinutuan memiliki sembilan kecamatan, dan dikelilingi berada di antara sembilan kabupaten/kota. Yakni Bolmong, Bitung, Sangihe Talaud, Minahasa, Tomohon, Mitra, Minsel, Minut dan Manado.
"Jadi logo itu bukan main-main. Melainkan dibuat konsultan ternasional yang dikontrak LPI," tegas Ropan. Soal kostum resmi, Ropan mengatakan, laga kandang kaus biru, celana putih dan kaus kaki putih. Saat tandang, kaus putih, celana biru, dan kaus kaki biru. "Kostum cadangannya (berwarna) hitam-hitam," ungkapnya. (herviansyah)