100 Pelamar Incar 'Kursi Panas' Direksi dan Komisaris Bank SulutGo
Kursi Direksi dan Komisaris Bank SulutGo boleh dibilang benar- benar seksi.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kursi Direksi dan Komisaris Bank SulutGo boleh dibilang benar- benar seksi.
Buktinya, lebih dari 100 orang mengincar jabatan direksi dan komisaris di bank daerah tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun Tribun Manado dari berbagai sumber di Bank SulutGo, Senin (18/7), hampir semua pejabat di Bank SulutGo, terlebih direksi dan komisaris petahana, mencalonkan kembali.
Di jajaran direksi petahana ada nama Johanis Salibana, Novie Kaligis, Jeffri Salilo, Felming Harun dan Judy Koagow. Menurut sumber Tribun Manado, sebagian besar dari mereka mendaftar kembali.
Kabarnya, nama mantan Calon Wali Kota Manado, Hanny Joost Pajouw dan mantan Calon Wakil Bupati Minahasa Utara, Peggy Mekel-- keduanya diusung oleh PDI Perjuangan, juga ikut mendaftar.
HJP sendiri sering terlihat berada di kantor Gubernur Sulut. Dia kerap bertemu dengan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey atau Wagub, Steven Kandouw. Sementara Peggy tercatat sebagai staf ahli gubernur.
Keduanya memang dikenal paham tentang ekonomi. HJP berlatar belakang akuntan, sedang Peggy adalah pakar ekonomi Universitas Sam Ratulangi.
Selain keduanya, banyak pula mantan pejabat serta politisi senior yang mendaftar.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey beberapa waktu lalu mengatakan, direksi dan komisaris Bank SulutGo akan diisi oleh mereka yang berkualitas serta profesional.
Menurut Olly, para calon direksi haruslah punya kemampuan bankir, dedikasi serta rekam jejak yang baik.
Olly memastikan, calon yang punya masalah keuangan dipastikan akan tereliminasi.
"Saya ingin membawa Bank SulutGo go public, tentu harus orang-orang pilihan," kata dia.
Sumber Tribun Manado menyebut, Olly sebenarnya sudah punya calon Dirut. Hanya, ia tetap ingin membuka pansel untuk mencari calon terbaik.
"Siapa tahu hasilnya lebih baik dari calon yang Gubernur sudah pilih ," kata sumber itu.
Sementara itu, nama-nama mereka yang melamar telah diseleksi di Jakarta.
Dan Selasa (19/7) ini, nama-nama yang lolos seleksi berkas atau administrasi dibawa kembali ke Manado untuk selanjutnya dibahas dalam rapat Panitia Seleksi lalu diserahkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Pendaftaran sudah ditutup. Ada lebih dari 100 orang yang memasukkan lamaran. Seleksi berkas pun sudah dilakukan dan nama-nama yang lolos segera dibawa ke dalam rapat tim seleksi," ungkap seorang sumber di Bank SulutGo, kemarin.
Untuk posisi direktur syaratnya, pernah bekerja di perbankan dengan minimal menduduku jabatan eksekutif, memiliki sertifikat manajemen risiko level empat. Sedangkan untuk jabatan komisaris harus memiliki sertifikat manajemen risiko level dua.
"Kalau tidak ada sertifikat yang disyaratkan itu ya otomatis gugur," tambahnya.
Masih menurut sumber tersebut, panitia seleksi hari ini akan tiba dengan membawa nama-nama yang lolos. Nama-nama itu kini sudah dikantongi panitia seleksi.
"Setelah nama-nama itu dibawa ke dalam rapat panitia seleksi, selanjutnya diserahkan kepada OJK untuk dilakukan fit and proper test," jelasnya.
Terpisah, Humas OJK Sulutgomalut, Mouren M Monigir menjelaskan bahwa nama-nama yang lolos berkas memang akan diseleksi oleh OJK.
Nama-nama yang berasal dari Komite Remunerasi dan Nominasi itu akan digelontor berbagai pertanyaan dalam fit and proper test.
"Fit and proper test dilakukan oleh OJK. Dari OJK Sulut hanya melibatkan pimpinan," kata dia.
Setelah fit and proper test dilaksanakan, maka akan dikembalikan ke Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) selaku pemegang kekuasaan tertinggi.
Komisi II Deprov Merasa Tak Dilibatkan
Komisi II DPRD Sulawesi Utara yang membidangi Perekonomian merasa tak dilibatkan dalam penjaringan direksi dan komisaris Bank SulutGo.
Wakil Ketua Komisi II Deprov Sulut, Noldy Lamalo, Senin (18/7) mengaku merasa ditinggalkan oleh Pemprov Sulut.
"Karena yang saya tahu, tugas dan wewenang Komisi II itu mengenai perekonomian dan leuangan, lebih khusus tentang perbankan " ujarnya
Ditegaskan dia, Komisi II Deprov Sulut menjamin tak ada kepentingan politik untuk meloloskan calon direksi dan komisaris itu.
"Kami tidak mempunyai kepentingan politik untuk meloloskan satu calon pemimpin di Bank SulutGo. Kami hanya ingin menjalankan tugas dan fungsi. Kami mempunyai hak, sesuai dengan fungsi dan wewenang terhadap mitra kerja " ujarnya
Sebab, lanjut dia, Komisi II hanya mengusulkan bukan menetapkan. Pihak yang memiliki kewenangan menetapkan menurut Noldy adalah Gubernur Olly Dondokambey. (Tribun Manado/Arthur/Vendi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bank-sulutgo_20160311_085111.jpg)