Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

100 Pelamar Incar 'Kursi Panas' Direksi dan Komisaris Bank SulutGo

Kursi Direksi dan Komisaris Bank SulutGo boleh dibilang benar- benar seksi.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel

Dan Selasa (19/7) ini, nama-nama yang lolos seleksi berkas atau administrasi dibawa kembali ke Manado untuk selanjutnya dibahas dalam rapat Panitia Seleksi lalu diserahkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Pendaftaran sudah ditutup. Ada lebih dari 100 orang yang memasukkan lamaran. Seleksi berkas pun sudah dilakukan dan nama-nama yang lolos segera dibawa ke dalam rapat tim seleksi," ungkap seorang sumber di Bank SulutGo, kemarin.

Untuk posisi direktur syaratnya, pernah bekerja di perbankan dengan minimal menduduku jabatan eksekutif, memiliki sertifikat manajemen risiko level empat. Sedangkan untuk jabatan komisaris harus memiliki sertifikat manajemen risiko level dua.

"Kalau tidak ada sertifikat yang disyaratkan itu ya otomatis gugur," tambahnya.

Masih menurut sumber tersebut, panitia seleksi hari ini akan tiba dengan membawa nama-nama yang lolos. Nama-nama itu kini sudah dikantongi panitia seleksi.

"Setelah nama-nama itu dibawa ke dalam rapat panitia seleksi, selanjutnya diserahkan kepada OJK untuk dilakukan fit and proper test," jelasnya.

Terpisah, Humas OJK Sulutgomalut, Mouren M Monigir menjelaskan bahwa nama-nama yang lolos berkas memang akan diseleksi oleh OJK.

Nama-nama yang berasal dari Komite Remunerasi dan Nominasi itu akan digelontor berbagai pertanyaan dalam fit and proper test.

"Fit and proper test dilakukan oleh OJK. Dari OJK Sulut hanya melibatkan pimpinan," kata dia.

Setelah fit and proper test dilaksanakan, maka akan dikembalikan ke Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) selaku pemegang kekuasaan tertinggi.

Komisi II Deprov Merasa Tak Dilibatkan

Komisi II DPRD Sulawesi Utara yang membidangi Perekonomian merasa tak dilibatkan dalam penjaringan direksi dan komisaris Bank SulutGo.

Wakil Ketua Komisi II Deprov Sulut, Noldy Lamalo, Senin (18/7) mengaku merasa ditinggalkan oleh Pemprov Sulut.

"Karena yang saya tahu, tugas dan wewenang Komisi II itu mengenai perekonomian dan leuangan, lebih khusus tentang perbankan " ujarnya

Ditegaskan dia, Komisi II Deprov Sulut menjamin tak ada kepentingan politik untuk meloloskan calon direksi dan komisaris itu.

Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved