Renungan Minggu

Renungan Minggu: Berbakti Kepada Tuhan

BANYAK orang Kristen memiliki pengertian yang salah ketika mereka mendengar kata berbakti kepada Tuhan.

Renungan Minggu: Berbakti Kepada Tuhan
net
Ilustrasi 

Roma 11:25 36

Oleh Pdt John Tamawimbing STh

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama lamanya!" (Roma 11:36)

TRIBUNMANADO.CO.ID -  BANYAK orang Kristen memiliki pengertian yang salah ketika mereka mendengar kata berbakti kepada Tuhan. Mereka selalu menyimpulkan bahwa berbakti kepada Tuhan berarti selalu berkaitan dengan kegiatan rohani di rumah ibadah atau terlibat dalam pelayanan yang dilakukan di lingkungan gereja.

Padahal berbakti kepada Tuhan bukan hanya berbicara mengenai aktivitas ibadah atau pelayanan yang dilakukan secara rutin di gereja, melainkan meliputi seluruh keberadaan hidup kita, meliputi seluruh gerak hidup kita sehari hari.

Jadi jam berbakti kepada Tuhan bukan hanya 2 jam di dalam gedung gereja, tetapi selama 24 jam waktu yang kita miliki adalah untuk berbakti kepada Tuhan. Inilah yang dimaksud berbakti kepada Tuhan.

"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." (Kolose 3:23).

Berbakti, dengan kata dasar bakti berarti: tunduk dan hormat, perbuatan yang menyatakan setia (kasih, hormat, tunduk).

Berbakti kepada Tuhan adalah sebuah keputusan untuk menjadikan Tuhan sebagai pusat pengabdian hidup atau sasaran hidup, "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia" Segala sesuatu yang kita kerjakan dalam hidup ini dalam profesi apa pun hendaknya menjadi ladang memraktekkan nilai nilai firman Tuhan atau menjadi pelaku firman Tuhan.

Artinya tempat untuk kita berbakti kepada Tuhan bukan hanya di dalam gedung gereja saja, tetapi di mana pun kita berada di rumah, kantor, toko, sekolah, kampus dan lainnya.

Sering dijumpai banyak orang Kristen tampak berbakti kepada Tuhan dengan sungguh sungguh saat berada di gereja. Namun begitu berada di luar gereja, bahkan masih di area parkiran gereja, mereka sudah tidak berperilaku sebagai orang yang berbakti kepada Tuhan; tabiat lama kembali muncul.

Ini menunjukkan bahwa ibadah mereka kepada Tuhan tidak lebih dari ritual atau upacara agamawi semata, terbukti dari karakter hidupnya yang tidak berubah.

Berbakti kepada Tuhan bukan hanya diukur dari tata cara Ibadah atau Liturgi, tetapi meliputi seluruh tindakan dan perbuatan dalam keseharian kita.(*)

Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved