Lebaran Ketupat Kalahkan Idul Fitri, Kampung Jawa-Tondano 'Diserbu' Warga
Bahkan polisi lalu lintas terlihat sibuk mengatur arus lalin dibantu juga oleh pramuka dan pemuda Islam.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Lebaran Ketupat yang digelar seminggu usai Idul Fitri jadi ajang warga bersilahturahmi.
Momen bahagia itu diisi berbagai kegiatan seperti lomba panjat pinang. Seperti yang terlihat di di Kelurahan Mahawu, Tuminting, Rabu (13/7).
Setiap lorong dipadati pengunjung. Mereka bertemu keluarga dan kerabat. Kendaraan memadati sepanjang Jalan Hasanuddin sampai Pogidon.
Lomba panjat pinang menambah keramaian. Anak remaja dan pemuda terlihat antusiasme memanjat pinang. Mereka berlomba mengambil berbagai hadiah di pucuk tiang. Ada uang dan kertas yang bertuliskan nomor hadiah. Jatuh, berdiri dan memanjat lagi itu yang mereka lakukan berulang-ulang kali.
"Kegiatan ini terbuka untuk semua kalangan masyarakat tidak terkecuali, gelaran lomba ini dilaksanakan untuk meramaikan perayaan hari raya ketupat," ujar Agus Butuo, anggota panitia lomba. Fajrin Bukoi, warga lainnya, menambahkan perayaan Ketupat di sini memang setiap tahunnya ramai.
Tak kalah ramai di Kampung Jawa Tondano.
Bahkan polisi lalu lintas terlihat sibuk mengatur arus lalin dibantu juga oleh pramuka dan pemuda Islam.
Pelaksanaan hari raya ketupat ini lebih ramai dibanding dengan hari raya Idul Fitri. "Soalnya kalau hari raya Idul Fitri biasanya warga kelelahan usai berpuasa dan yang datang juga hanya keluarga dekat saja," jelas Mariani Suronoto, warga kampung Jaton.
Hari ini keluarga, saudara, teman yang dari jauh datang berkunjung untuk bersilaturahmi. "Ini sudah jadi tradisi di kampung Jaton, dan memang saat seperti ini semua rumah muslim membuat seperti itu," kata dia.
Ivan Sarundajang, Wakil Bupati Minahasa nampak berkunjung ke beberapa rumah. "Tradisi hari raya Ketupat ini adalah contoh nilai luhur budaya dan keagamaan yang sudah menyatu, serta sangat baik untuk dipertahankan," kata dia.
Tokoh agama setempat, H Assegaf yang mewakili warga Jaton, menjelaskan bahwa tradisi hari raya Ketupat ini merupakan kebanggan masyarakat.
Tak mau kalah dengan Jaton, Kampung Jawa Tomohon ikut rayakan Ketupat. Kuliner gule kambing, opor ayam dan tentu saja ketupat jadi menu wajib.
Di banding Idul Fitri, justru lebaran Ketupat lebih ramai. Suharto Abusalam, Imam Masjid Nurul Iman Kelurahan Kampung Jawa mengungkapkan, lebaran Ketupat memang sudah menjadi tradisi kampung Jawa sejak dulu.
"Ketupat menjadi media pengikat silaturahmi merupakan tradisi leluhur kampung jawa," kata Suharto Abusalam, keturunan Abusalam, salah seorang pejuang Banten.
Keramaian juga terlihat di Kota Bitung. Warga dari luar Bitung berbondong-bondong mendatangi Kelurahan Kekenturan I, II, perumahan Yuka Winenet, Girian Bawah dan lainnya untuk bersilahturahmi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/lebaran-ketupat_20160714_094517.jpg)