Turis Cina Lacak Jejak Peradaban di Waruga
Objek wisata Waruga di Desa Sawangan Minahasa Utara (Minut) bakal dikunjungi turis Tiongkok
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Arthut Rompis
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO- Objek wisata Waruga di Desa Sawangan Minahasa Utara (Minut) bakal dikunjungi turis Tiongkok gelombang pertama yang datang pada 4 Juli 2016.
Mereka mendatangi Waruga untuk mencari benang merah antara Tiongkok dan Minahasa. "Mereka heran karena banyak persamaan antara orang Tiongkok dan suku Minahasa, mereka ingin menyelidiki lebih jauh, salah satu sarananya adalah Waruga," ujar Kadis Pariwisata Minut Femmy Pangkerego.
Diungkap Pangkerego, jejak peradaban Cina bisa dilacak dari motif di tubuh waruga. Ada motif orang, tumbuhan serta hewan, yang mirip dengan konsep taoisme dimana alam dan manusia harus selaras. "Mereka akan meneliti motif - motif itu," kata dia.
Dikatakan Pangkerego, pihaknya menyiapkan panduan cerita dalam bahasa mandarin untuk memudahkan para turis ini melihat sejarah waruga. Disiapkan pula juru bahasa cina.
"Kita siapkan tour guide," kata dia. Pangkerego menyatakan, Pemkab Minut membenahi fasilitas toilet serta fasilitas penunjang lainnya di Waruga.
Pangkerego menjamin semua fasilitas beres meski waktu sempit."Toilet rusak selalu jadi keluhan," kata dia.
Pangkerego menuturkan, para turis akan dihibur dengan atraksi tarian kabasaran serta atraksi kebudayaan lainnya.
Diungkap Pangkerego, selain di Waruga, para turis Tiongkok juga akan me gunjungi pantai Lihaga.Di pantai yang dijuluki Bali ke 2 ini, pihaknya juga menyediakan toilet representatif serta sarana penunjang lainnya.
Para turis juga akan dihibur oleh sejumlah atraksi wisata. "Kalau di pantai lihaga kami sajikan tarian Tumetenden," ujar dia.
Pangkerego mengatakan, Pemkab Minut bersiap penuh menghadapi gelombang pertama kunjungan turis tiongkok.
Dikatakan Pangkerego, pihaknya bakal memasang ucapan selamat datang dalam bahasa mandarin di sejumlah tempat di Minut.
"Dalam rapat dengan Wagub, semua daerah harus memasang ucapan selamat datang dalam bahasa mandarin," kata dia.Menurut Femmy, pada gelombang pertama, turis hanya akan mengunjungi dua tempat itu.
Pihaknya serius menyiapkan objek wisata lainnya untuk gelombang kedatangan selanjutnya.
"Kita punya banyak tempat wisata, ada pantai paal, air terjun tunan, ada pula agro wisata," ujar dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/waruga-sawangan_20150508_115950.jpg)