Swedia Vs Belgia, Kesempatan Ibra Menggebrak
DI kompetisi Liga Prancis musim 2015/2016, Zlatan Ibrahimovic menjadi penyerang yang sangat produktif.
TRIBUNMANADO.CO.ID, PARIS - DI kompetisi Liga Prancis musim 2015/2016, Zlatan Ibrahimovic menjadi penyerang yang sangat produktif. Menjadi andalan di lini depan Paris Saint-Germain (PSG), striker 34 tahun itu mampu menjadi pemain tersubur dengan mencetak 38 gol dari 29 pertandingan.
Namun ketajaman Ibra di level klub itu hilang tak berbekas saat ia membela Swedia di Piala Eropa 2016. Pada dua laga penyisihan di grup E, bomber 34 tahun itu tak mampu mencatatkan namaya di papan skor.
Di laga perdana, Swedia dikejutkan dengan permainan negatif Republik Irlandia. Meski lebih diunggulkan, tim asuhan Eric Hamrén itu hanya mampu bermain imbang 1-1. Swedia kesulitan menembus taktik parkir bus Irlandia. Pasukan Marc Wilmots itu bahkan tertinggal lebih dulu lewat gol Wes Hoolahan, sebelum menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri pemain Irlandia, Ciaran Clark.
Pada laga kedua, Ibra dkk bahkan harus menyerah 0-1 dari Italia. Lebih parahnya lagi, di dua laga itu, tak satu pun pemain Swedia mampu melepaskan tembakan tepat ke sasaran (shot on target).
Pada laga perdana, Irlandia yang kalah dalam penguasaan bola mencatatkan empat shot on target. Sebaliknya Swedia nihil. Mandulnya barisan lini depan itu terulang saat laga melawan Italia. Di pertandingan kedua ini, lagi-lagi tak ada tembakan tepat ke sasaran yang bisa dilepaskan pasukan Erik Hamren.
Menurut penyerang Marcus Berg yang diduetkan dengan Ibrahimovic saat melawan Irlandia, angka-angka statistik itu sama sekali tidak menggambarkan penampilan timnya. "Saya paham, pandangan dari luar itu hitam dan putih. Tetapi bagi kami itu sedikit abu-abu. Tapi, sekarang masalah tak ada shot on target yang tercipta sudah menjadi isu," katanya.
Persoalan utama Swedia di dua laga awal itu adalah, Ibra sebagai target man sering kali harus turun ke tengah untuk menjemput bola. Ketika ia sudah berhasil mendapatkan bola, tak ada lagi tersedia pemain di depan untuk menerima bola dalam serangan.
Kim Kallstrom di usianya yang kini 33 tahun tak lagi maksimal berperan sebagai gelandang box-to-box. Gelandang klub Grasshopper itu memang masih mampu melakukan tugas defensif dengan baik, tapi ia memiliki masalah dalam serangan.
Di pertandingan selanjutnya Swedia akan menghadapi Belgia di Allianz Riviera, Nice, Prancis, Kamis (23/6) dini hari. Pertandingan terakhir di grup E ini akan menjadi duel penentu bagi kedua tim untuk menentukan kelolosan ke babak 16 besar.
Swedia wajib menang jika ingin menemani Italia ke babak 16 besar. Saat ini Swedia berada di peringkat ketiga klasemen Grup E dengan satu angka, tertinggal lima angka dari Italia di puncak klasemen, dan dua angka dari Belgia yang berada di peringkat ke-2.
Sementara Belgia hanya butuh satu poin untuk memastikan tempat di 16 besar. Irlandia yang berada di dasar klasemen dengan satu poin juga masih bisa lolos andai mengalahkan Italia dengan lebih dari lima gol, dan Swedia menang atas Belgia.
Kendati Ibra gagal menunjukkan ketajamannya di dua laga awal, menurut pelatih Belgia, Marc Wilmots, penyerang berusia 34 tahun itu masih pantas menyandang status sebagai penyerang terbaik di Piala Eropa kali ini. Wilmots bahkan menegaskan pemain berjulukan Ibrakadabra itu wajib diwaspadai karena mampu menebar ancaman serius terhadap barisan pertahanan Belgia.
"Dia bisa mencetak gol dari bola defleksi (pantulan yang bisa mengubah arah), tendangan bebas, dan dari situasi manapun. Saya sangat menghormati Zlatan," ungkap Wilmots. "Dari segala kualitas yang dimiliki, saya menaruh hormat yang tinggi kepada Ibrahimovic," ucap Wilmots.
Wilmots juga meyebut secara kualitas Swedia tidak kalah dari dua kontestan di Grup E, yakni Irlandia dan Italia. "Swedia bermain imbang melawan Irlandia, di mana kedua tim mampu tampil dominan di masing-masing babak. Sementara Italia hanya bisa mencetak gol menjelang pertandingan usai. Itu menandakan pertahanan Swedia sangat solid," katanya.
Sementara gelandang Belgia, Kevin De Bruyne meminta rekan-rekannya agar tidak terlalu takut pada Ibra. "Penting bagi kami tidak terlalu fokus ke Ibrahimovic secara individu, tapi melihat skuat Swedia secara keseluruhan," ujar De Bruyne seperti dikutip Soccerway. "Saya sudah melawannya lebih dulu musim ini. Ibrahimovic adalah pemain seperti lainnya. Tentu saja dia punya kualitas lebih, tapi kami juga punya beberapa pemain hebat yang juga bisa membuat perbedaan," sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ibrahimovic-swedia_20160615_224506.jpg)