Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Calo Banting Harga Tiket Euro 2016, Ada Apa?

Anehnya, tak seperti para calo yang biasa mendongkrak harga, kedua pria itu malah menjual tiket dengan harga yang jauh lebih rendah.

Editor: Fransiska_Noel

TRIBUNMANADO.CO.ID, PARIS - Dua orang bule menghampiri saya di halaman luar Stadion Stade de France di Saint Denis pada Kamis (9/6) sehari jelang partai pembukaan Piala Eropa digelar.

Ia menyapa dengan sopan, "Can you speak English?"

Kedua pria, yang dari aksen bicaranya sepertinya dari Inggris ini, kemudian menawarkan tiket pertandingan pembukaan Piala Eropa yang mempertemukan tuan rumah Prancis kontra Rumania di Stade de France, Sabtu (11/6) dini hari.

Anehnya, tak seperti para calo yang biasa mendongkrak harga tiket jadi selangit, kedua pria itu malah menjual tiket dengan harga yang jauh lebih rendah.

Untuk Kelas I, yang merupakan kelas elite di bawah Kelas VIP, ia mengajukan harga 450 euro (sekitar Rp 6,8 juta). "Ini tiket yang resmi. Anda bisa melihat harga sesungguhnya jauh lebih mahal. Ini sangat murah," ujarnya sembari memperlihatkan tiket tersebut.

Kelas I berada di area yang strategis. Tepat berada sejajar dengan garis tengah lapangan pertandingan.

Memungkinkan penonton untuk menyimak laga dengan leluasa dan dengan sudut pandang yang pas. Harga resmi untuk tiket Kelas I ini adalah 595 euro (Rp 8,9 juta).

Kenapa pria tadi berani menjual dengan harga yang jauh lebih rendah? Ditengarai itu terjadi karena tiket untuk Kelas I memang tak laku, dan daripada tak terjual sama sekali maka calo ini pun berspekulasi membanting harga tiket.

Sehari jelang laga tersebut, tiket Kelas I yang harganya memang mahal ini memang belum terjual penuh.

Di situs UEFA diperoleh data bahwa tiket kelas I yang belum terjual mencapai antara 250 lembar sampai 500 lembar tiket.

Tak heran, para calo kemudian membanting harga tiket karena takut tak akan terjual sampai pertandingan digelar. Bisa jadi, saat hari-H, harganya akan jauh lebih murah lagi.

Fenomena ini berbeda dengan kelas paling murah, kelas 4 yang di situs UEFA dinyatakan sudah ludes terjual.

Harga tiket untuk tempat duduk di belakang gawang ini adalah 75 euro (Rp 1,2 juta). Nah, untuk tiket yang laris manis ini si calo tadi mendongkrak harga menjadi dua kali lipat yakni 150 euro (Rp 2,3 juta).

"Kamu tak mungkin mendapatkan lagi tiket ini dari yang lain. Hanya ada pada kami. Tiketnya sudah habis, jadi ini lebih mahal dari harga resmi," katanya berpromosi.

Di halaman luar Stade de France pada Kamis (9/6) siang itu, saya lihat ada tiga kelompok yang bergerilya menjual tiket tersebut. Mereka hilir mudik di sekitar stadion, dan rajin menawarkannya kepada orang-orang yang lewat di sana.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved