Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Inilah Kuburan Ramah Lingkungan, Jenazah Diubah Jadi Pupuk

"Apa pun yang masuk ke dalam tanah harus bisa melebur, jadi tidak ada lapisan plastik di peti mati ataupun bahan kimia di tubuh jenazah."

Editor: Fransiska_Noel
NET
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, ARMIDALE - Sebuah lokasi pemakaman 'alami' di mana jenazah manusia yang dimakamkan akan melebur bersama dengan perangkatnya, segera tersedia di sebuah tanah pertanian di dekat Kota Armidale, di New South Wales.

Sebuah studi dilakukan di lokasi yang berjarak sekitar 548 kilometer dari Sydney tersebut. Studi kelayakan itu mencakup uji tanah, dan uji geologi di lahan seluas 16 hektar di Saumarez Ponds.

kubur

Pemakaman alami adalah pemakaman di mana peti mati yang digunakan akan melebur dengan tanah. Demikian pula kafan yang membungkus jenazah. Sementara jenazah yang dikubur di sini tidak menggunakan cairan untuk pembeku (pengawet).

Dengan demikian, jenazah dan perangkat lain yang digunakan akan menjadi kompos dan bakal membuat subur kawasan tersebut.

Pemilik lahan pertanian tersebut Jane Pickard sedang berusaha untuk menanam pepohonan di lahan tersebut. Sebelumnya, areal tersebut dijadikan lokasi untuk ternak yang merumput.

"Apa pun yang masuk ke dalam tanah harus bisa melebur, jadi tidak ada lapisan plastik di peti mati ataupun bahan kimia di tubuh jenazah," kata dia.

"Saya selalu mengatakan kepada anak-anak saya bahwa saya ingin jenazah saya menjadi kompos ketika saya meninggal nanti. Karena saya tidak paham mengapa kita harus menyediakan lahan yang luas yang tidak akan bisa digunakan untuk keperluan lain," sambung dia.

Pickard lalu bekerjasama dengan sebuah lembaga pedesaan dan regional berkelanjutan, Starfish Initiatives, membuat proyek "Earth Funerals".

Lokasi pemakaman ini bakal mengambil tempat sekitar dua hektar di lahan miliknya.

Tidak akan ada batu nisan di lokasi pemakaman ini, dan tiap kuburan hanya diberi tanda yang sederhana.

"Ini akan memberikan kesempatan kepada kita semua untuk memilih cara yang alami dan tidak mahal untuk dimakamkan dan dikenang." kata Packard lagi.

"Kedua, ini adalah model bisnis yang akan memberikan sumbangan besar bagi penanaman kembali lahan pertanian. Dan saya perlu menanam kembali lahan saya. Jadi ini adalah win win solution," cetus dia.

Masih ada, Kevin Hartley yang juga terlibat dalam proyek ini. Lelaki ini sebelumnya telah bekerja selama 25 tahun sebagai direktur sebuah rumah jasa pemakaman di Australia Selatan.

Kevin kembali ke Armidale untuk bergabung di proyek ini. Dia lantas menyebut perkembangan rencana tersebut dalam pembicaraan dengan pemerintah berjalan positif.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved