70 Persen DPK BSM dari Tabungan dan Giro
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Syariah Mandiri di Sulawesi Utara (Sulut) sebagian besar berasal dari tabungan dan giro.
Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Syariah Mandiri di Sulawesi Utara (Sulut) sebagian besar berasal dari tabungan dan giro. Sedangkan deposito hanya sebagian kecil saja.
"Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) kami 70 persennya berasal dari tabungan dan giro, sedangkan 30 persen dari deposito," ujar Kepala Cabang BSM Manado Ahmad Widodo, Kamis (2/6/2016).
Menurut dia, untuk penghimpunan dana, pihaknya menyasar semua segmen baik anak-anak hingga orang dewasa. Dengan berbagai produk yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan. "Dengan demikian kami menghimpun dana pihak ketiga dilakukan, baik perorangan maupun korporate dan instansi lainnya," ungkapnya.
Selain itu, nasabah BSM bukan hanya dari kalangan muslim saja, melainkan pula non muslim.
Saat ini pihaknya terus berusaha lebih banyak menghimpun dana masyarakat sehingga tidak ada dana dari luar yang masuk ke Sulut, karena akan mempengaruhi Loan Deposit Rasio (LDR) perbankan.
Terpisah, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI Sulut Peter Jacobs mengungkapkan DPK bank syariah di Sulut sampai Maret 2016 mencapai Rp213,04 miliar atau mengalami pertumbuhan 10,68 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu berjumlah Rp192,48 miliar.
"Peningkatan DPK oleh bank syariah di Kota Manado dan sekitarnya, menandakan masyarakat semakin percaya dengan bank tersebut," tuturnya.
Menurut dia, memang dana murah sangat mendominasi yakni tabungan sebesar 71,35 persen kemudian giro 4,64 persen dan deposito hanya 24,01 persen. Hal ini karena dalam kondisi perekonomian yang belum pulih, pengumpulan dana murah, hal yang dilakukan seluruh perbankan.