Selasa, 5 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sekolahnya Terbakar, Ratusan Siswa SMAN 2 Manado Terancam Tak Ikut SBMPTN

Namun, mereka tak bisa mengambil SKHUN lantaran sekolah mereka terbakar kedua kalinya pada Minggu dini hari kemarin.

Tayang:
Penulis: Alexander_Pattyranie | Editor: Andrew_Pattymahu

Laporan Wartawan Tribun Manado Alexander Pattyranie

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Sejak pukul 09.00 Wita Senin (30/5) pagi, sejumlah siswa lulusan SMA Negeri (SMAN) 2 Manado, Jalan Tololiu Supit nomor 27 Kelurahan Tingkulu Kecamatan Wanea, berdatangan ke sekolah mereka untuk mengambil Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN).

Pasalnya, surat itu nantinya dilampirkan mereka sebagai bukti untuk mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang akan digelar pagi ini, di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.

Namun, mereka tak bisa mengambil SKHUN lantaran sekolah mereka terbakar kedua kalinya pada Minggu dini hari kemarin.

"Besok  kami akan ikut tes SBMPTN tapi syaratnya harus menunjukkan SKHUN dari asal sekolah, masalahnya tak ada listrik untuk mencetak surat itu, juga perlu tanda tangan kepala sekolah," ujar Angie Sumilat (16), satu di antara siswa lulusan yang sedang menuggu.

Ia menambahkan, tetap akan menunggu hingga pukul 14.00 Wita akan dicek kembali, namun bila listrik masih belum bisa maka akan kembali lagi pagi besoknya.

"Soalnya dari pihak sekolah bilang kembali lagi pagi besok," kata calon mahasiswi Fakultas Ekonomi Unsrat ini.

Kala itu, Angie duduk bersama dua rekannya antara lain Saysi Tontey (17) warga Perumahan Lestari Sea, dan Alfredo Massie (17) warga Kecamatan Mapanget, bertiga janjian sejak pagi dan hingga siang itu, mereka menahan lapar lantaran rumah untuk pulang jauh.

Di waktu berbeda, beberapa kelompok siswa lulusan sekolah itu juga mendapat kesulitan yang sama, mereka tampak bolak-balik menuju ke ruang OSIS yang dijadikan ruang guru menanyakan SKHUN mereka.

"Tadi mau mengurus berkas susah, karena kepala sekolah sibuk sedang keluar jadi harus menunggu," keluh Lavia Tambuwun (18) yang ingin masuk Fakultas Hukum Unsrat melalui jalur SBMPTN.

Beberapa waktu lalu, saat peristiwa kebakaran gedung SMAN II Manado pertama kalinya, Selasa (10/5), banyak Rapor mereka terbakar, namun pihak sekolah langsung mengambil tindakan untuk kepentingan siswa yang akan melanjutkan pendidikan mereka ke perguruan tinggi.

"Rapor sudah ada jadi saat mendaftar di Unsrat tak ada masalah, namun sekarang muncul masalah baru," ucap dia yang kala itu duduk di dekat parkiran sekolah.

Dari pengamatan Tribun Manado, di bagian dalam puluhan meja dan kursi diletakkan di halaman sekolah yang terlindung oleh atap seng. Meja-meja itu dilapisi kertas karena permukaannya jadi arang.

Di balik meja itu, duduk beberapa guru dan staff sekolah, beberapa bagian lantai di lapangan itu tergenang air akibat hujan yang menembus bagian atap lainnya yang terbuka.

Sebelumnya, Kepala SMAN II Manado Jimmy Kantale, sedang menulis sesuatu di kertas putih di lantai dua ruang OSIS yang dijadikan kantor sementara.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved