Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Doktor Honoris Causa bagi Megawati Soekarnoputri

KALAU mau ditanya, apakah pantas Megawati Soekarnoputri mendapat penghargaan/penganugerahan Doktor Honoris Causa?

Editor: Aswin_Lumintang

PaulusAdrianSembel

Pemerhati Politik Pemerintahan

KALAU mau ditanya, apakah pantas Megawati Soekarnoputri mendapat penghargaan/penganugerahan Doktor Honoris Causa?
Maka tanpa ragu saya akan menjawab..., sangat PANTAS !!!
Kalau ada yang bertanya apa yang menonjol pada Megawati Soekarnoputri selama ini?
Maka saya akan menjawab; dari sejarah perjalanan bangsa ini, dialah Tokoh Reformasi, Anti Kemapanan dan Pejuang Demokrasi yang sesungguhnya.

Ini memang tidak mengada-ada sebab merupakan fakta yang tdk terbantahkan, bahkan dialah satu-satunya 'wanita besi' yang berani menantang hegemoni kekuasaan represif otoriter yang sangat ditakuti yang telah bercokol selama 32 tahun.

Makanya jika Mega dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa oleh Universitas Padjajaran Bandung, rasanya sesuatu hal yang sangat pantas sebagai Tokoh Bangsa yang punya andil luar biasa terhadap Negara ini.

Dari sisi politik, dialah Wanita pertama yg menjdi Ketua Partai (dijaman Orba), menjadi Wapres dan akhirnya Presiden, sesuatu yg dianggap 'tabu' bagi seorang perempuan saat itu. Kita tahu persis jika melihat Sejarah tdk terlupakan ketika dia selalu diintimidasi dipanggung politik nasional untuk tidak diijinkan rejim saat itu memimpin Partai Politik (ingat peristiwa 27 Juli, Kongres Medan, Kongres Palu dan kegiatan lainnya yang ingin menjegal Mega tampil dipentas politik nasional).
Tapi ternyata Mega tidak pernah tinggal diam dan selalu mengkonsolidasikan kekuatan lewat PDI, Promeg hingga menjadi PDI Perjuangan.

Tidak berlebihan juga, jika bergulirnya reformasi yang berhasil menumbangkan rejim Orba Soeharto tahun 1998, Mega punya peran penting disana sehingga menjadikan Partainya PDI Perjuang pemenang pemilu 1999. Ternyata dari sejarahnya, kita bisa melihat ada Empat "Tahun Panas" yang melibatkan megawati didalamnya, yakni;
1. Tahun 1996 terjadi peristiwa 27 Juli,
2. Tahun 1997 Pemilu dilaksanakan tapi gerbong Mega lewat Promeg tidak berpartisipasi dalam pemilu tersebut, kendati dia Ketua Umum PDI, partai yang tidur panjang dan mulai menggeliat di era kepemimpinannya,
3. Tahun 1998 terjadi reformasi besar-besar yang memicu people power dan akhirnya menumbangkan kekuasaan selama 32 tahun,
dan
4. Tahun 1999, PDI Perjuangan, partai pimpinan Megawati memenangkan Pemilihan Umum.

Perjalanan di tahun-tahun 'panas' ini, keberanian Mega tanpa batas dan tidak pernah ada ketakutan sedikitpun didalam perjuangannya menegakkan Keadilan dan kebebasan berekspresi/berkreasi sebagai anak bangsa yang punya hak untuk berpolitik praktis, kendatipun dia seorang wanita. Bahkan ditengah kegetiran rakyat, dan juga tokoh-tokoh nasional untuk tdk berani bersuara lantang saat itu, dia berani melawan arus dan selalu berkumandang tegas..."Bendera sudah ku kibarkan, pantang surut untuk diturunkan".

Sekarang pun dia menjadi Ketua partai terlama di Indonesia yang mampu memenangkan pemilu dua kali (1999 dan 2014) dan berhasil menghantar calon Presiden dari PDIP Joko Widodo menjadi Presiden serta merupakan salah satu wanita kuat didunia yg memimpin partai besar.

Banyak Tokoh nasional yang lahir dari tangannya dan bisa disebut; SBY (mantan menko polkamnya), Jusuf Kalla (mantan menko kesranya), beberapa mantan menteri/pejabat negara, sampai pada Presiden Joko Widodo dan sederet tokoh nasional termasuk para gubernur/bupati/walikota yang berprestasi saat ini.

Kendatipun hanya sebagai Presiden selama 3 tahun, tp mampu mengurangi Hutang luar negeri, membentuk KPK dan menghasilkan keputusan spektakuler yg sangat berguna bagi pengembangan demokrasi di tanah air, yakni Pemilihan Umum secara langsung.

Sehubungan dengan penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa, ternyata terdapat beberapa Alumni Unpad menyoal pemberian Gelar kpd Megawati dgn melihat kepemimpinannya sbg Presiden. Bagi saya, protes ini rasanya terlalu mengada-ada jika tdk dilatarbelakangi sesuatu hal yang sifatnya politis, apalagi Gelar yg beginian bisa diberikan oleh Universitas kpd tokoh siapa saja, aplagi seorang Megawati yg punya prestasi luar biasa bagi bangsa ini.

Janganlah melihat Mega sebagai Tokoh Politik dan Ketua Umum salah satu partai politik yang ada di Indonesia yang tentunya punya kompetitor politik, sehingga Jika tidak berpikiran picik, maka seharusnya kitapun jangan terjebak pada pola pikir "mental blok" dan seharusnya tidak munafik atas apa yang sudah dilakukan Megawati Soekarnoputri terhadap Bangsa ini.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved