Gabsi Sulut Resmi Mengumumkan 3 Timnya
Pengurus Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Sulawesi Utara, resmi mengumumkan tiga timnya
Penulis: Alexander_Pattyranie | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Pengurus Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Sulawesi Utara, resmi mengumumkan tiga timnya yang akan ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat pada 19 September mendatang.
Ketiga tim ini diputuskan setelah menggelar rapat pengurus penentuan atlet bridge di Sekretariat Gabsi Sulut Hall A KONI Sario Manado, Selasa (24/5).
Pada tim pria diisi oleh Henky Lasut, Freddy Eddy Manoppo, Tommy Rogi, Octavianus Wohon, Giovani Watulingas, dan Clif Tangkuman.
Dan pada tim wanita antara lain Mareska Angkouw, Rima Mangundap, Shintya Manueke, Siti Chaerani, Putri Pomantow, dan Gabriella Watupongoh.
Sedangkan pada tim mixed antara lain Bill Mondigir, Elvita Lasut, Jongki Tumbel, Taliana Malonda, Stefanus Supeno, dan Sartje Pontoh.
Sebelum tim ini dibentuk, para pengurus dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Umum Gabsi Sulut Youdi Lintjewas, saling memberi argumen hingga memakan waktu berjam-jam.
Menurut Lintjewas, menjelang pemusatan latihan daerah (Pelatda) yang akan berlangsung selama tiga bulan, hal itu yang menjadi kendala bagi atlet karena atlet itu harus izin dari pekerjaannya selama Pelatda berlangsung.
"Nanti kami akan berikan surat dispensasi supaya diizinkan perusahaan,kami juga memberi kesempatan atlet bisa pulang sekali tapi pakai biaya sendiri," terang dia.
Terkait PON XIX, ia mengaku mereka tetap optimis karena tim Sulut merupakan atlet senior.
"Bridge kan tak dapat diukur dengan otot, kecepatan, dan lainnya. Jadi fisik harus ditopang," sambung Lintjewas.
Mengenai pembentukan tim, kata dia, tak mudah untuk membetuknya karena olahraga bridge bermain dengan pasangan dan untuk mencari pasangan atlet itu tak bisa dalam waktu yang singkat.
Menurut Henky Lasut dalam rapat, bridge di Sulut jadi taruhan, kesalahan bukan pada tenknis melainkan mental sehingga mental para atlet harus disiapkan.
"Fisik juga harus dibenahi, seperti pengalaman di try out, kelemahan tetap saja muncul di soal akhir-akhir karena mental tertekan," pungkas dia. (alp)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bridge222_20150512_194439.jpg)