Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pembiayaan Lesu, Multifinance Berharap Berkah Ramadan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total pembiayaan multifinance mencapai Rp 364,4 triliun per kuartal I 2016 atau turun 1,4% dibanding tahun lalu

Editor: Fernando_Lumowa

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Ekonomi yang masih lesu menekan kinerja perusahaan pembiayaan. Hal ini tercermin dari penyaluran pembiayaan yang menurun di kuartal pertama 2016 lalu.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total pembiayaan multifinance mencapai Rp 364,4 triliun per kuartal I 2016 atau turun 1,4% ketimbang periode sama 2015.

Kendati pembiayaan turun, laba multifinance masih tumbuh 13,9% menjadi Rp 4,17 triliun (lihat tabel).
Dalam jangka pendek, pembiayaan masih belum akan naik signifikan. Suwandi Wiratno, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) memprediksi, pada bulan April 2016, pembiayaan masih sama dengan pencapaian bulan Maret.

"Kinerja tidak berbeda. Daya beli konsumen masih rendah. Kenapa? karena di beberapa daerah terjadi PHK khususnya daerah yang mengandalkan komoditas di Kalimantan dan sumatera," kata Suwandi, Selasa (17/5).
Ia menambahkan, selama belum ada perbaikan ekonomi, kinerja pembiayaan belum akan pulih. Menurutnya, kinerja multifinance amat bergantung pada kondisi makro ekonomi.

Jodjana Jody, Chief Executive Officer Astra Credit Companies (ACC Group) mengatakan, di awal kuartal kedua ini pembiayaan ACC beranjak naik. Ia bilang, khusus bulan April 2015, penyaluran pembiayaan ACC meningkat 5%.
Kata Jodjana, pembiayaan ACC selama bulan April 2016 mencapai Rp 2,08 triliun. Secara kumulatif pembiayaan ACC hingga April mencapai Rp 8,6 triliun naik 4% secara year on year.

Menurut Jodjana, pertumbuhan tersebut cukup baik jika dibandingkan dengan pertumbuhan penjualan kendaraan yang hanya 1,9%.

Berkah Ramadan
Pembiayaan multifinance akan terangkat saat menjelang Lebaran nanti. Jodjana menyebut secara historis pembiayaan kendaraan bisa naik sekitar 5% hingga 10% saat menjelang hari raya. Momentum tersebut diyakini akan mengangkat kinerja perusahaan pembiayaan pada kuartal ketiga mendatang.

Jodjana menambahkan, ada dua faktor yang dapat mendorong pembiayaan multifinance. Pertama, belanja pemerintah mengalir deras. "Pembangunan infrastruktur otomatis akan mendorong belanja kendaraan baru," tutur Jodjana.

, suku bunga kredit yang berpeluang turun. Penetapan bunga kredit single digit di perbankan menjadi daya tarik nasabah untuk melakukan pembelian kendaraan. Namun, lagi-lagi kondisi ekonomi dalam negeri akan menentukan. (ktn/mona t)

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved