Tribun Travel
Makam Kyai Modjo di Tondano, Jejak Nyata Tokoh Perang Jawa
JIKA sudah bosan dengan berkunjung ke lokasi wisata alam di Indonesia, cobalah sesekali melakukan wisata religi ke beberapa tempat.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - JIKA sudah bosan dengan berkunjung ke lokasi wisata alam di Indonesia, cobalah sesekali melakukan wisata religi ke beberapa tempat. Di Kabupaten Minahasa, Anda bisa mengunjungi makam tokoh sejarah Perang Jawa, Kyai Modjo.

Lokasinya tidak susah ditemukan. Jika Anda dari Manado, cukup naik kendaraan, bisa angkutan umum atau kendaraan pribadi, sekitar satu jam lamanya. Jika sudah sampai di pusat kota Tondano, bisa menuju ke Kampung Jawa Tondano.
Kalau masih bingung, silakan bertanya kepada warga setempat, pasti diberikan petunjuk. Kalau sudah sampai di Kampung Jawa, Anda bisa melihat peninggalan Kyai Modjo yaitu Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo.

Pengunjung bisa singgah sebentar untuk melihat peninggalan Kyai Modjo tersebut, setelah itu bisa meneruskan perjalanan ke makam Kyai Modjo yang hanya berjarak sekitar satu kilometer, tepatnya di Desa Wulauan. Memang jalannya sedikit berkelok, tapi tak masalah karena kendaraan bisa masuk sampai di dalam.
Pengunjung bisa memarkirkan kendaraan di parkiran yang tersedia di bawah beberapa pohon pinus yang tumbuh di situ. Perjalanan pengunjung belum usai, sebab untuk sampai ke makam harus meniti anak tangga yang jumlahnya puluhan dan lumayan menanjak.
Di pintu masuk makam Anda akan disuguhi dengan papan nama bertuliskan sejarah awal masuknya Kyai Modjo dan pengikutnya di Tondano. Di situ tertulis bahwa Kyai Modjo dan rombongan yang tiba di Tondano, ada 63 orang laki-laki, sekitar akhir tahun 1829.
Kalau naik ke bagian atas cukup perlahan saja, kalau tidak Anda akan kelelahan. Namun, sebaiknya sebelum naik sediakan air minum, bisa dibeli juga di warung sekitar, tapi lebih baik jika disiapkan dari rumah.
Sebelum tiba di makam Kyai Modjo, pengunjung terlebih dahulu akan melihat banyak sekali makam dari pengikut dari keturunan Kyai Modjo yang dikuburkan sekeliling makam utama. Ada beberapa jalur tangga yang Anda bisa pijak untuk tiba di makam Kyai Modjo yang berada di bagian paling atas.
Kalau sudah tiba di atas ada satu ruangan terbuka. Di situ ada beberapa makam namun yang paling menonjol adalah makam Kyai Modjo yang sengaja diwarnai seperti warna emas. Setiap batu nisan dibungkus dengan kain putih dan semua bentuk makamnya berundak, namun khusus makam Kyai Modjo berundak sembilan.
Selain makam Kyai Modjo, di kompleks tersebut juga ada makam Ahmad Rifai dan makam Hasan Maulani, pahlawan nasional.
Selain pemandangan makam, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan lain dan menghirup udara segar karena lokasi tersebut dipenuhi dengan pohon bambu, juga pohon jenis lainnya sehingga dijamin lelah Anda akan terganti.
Kalau ingin lebih mengetahui soal Kyai Modjo, silakan saja datang langsung ke lokasi pemakaman Kyai Modjo dan melihat serta bisa bertanya kepada penjaga makamnya, agar bisa dapat wisatanya dan dapat juga ilmu pengetahuannya. Tapi ingat, jagalah kebersihan. Tertarik? Mari jo ka Tondano. (alpenmartinus)
Ramai saat Ramadan
MENURUT Arbo Barderan, penjaga makam Kyai Modjo, makam tersebut mengalami pemugaran pada 1980 dan banyak sekali dikunjungi oleh orang untuk berziarah dan berdoa. Kalau mau masuk, pengunjung harus melepas alas kaki supaya kebersihan tetap terjaga.
"Biasanya paling banyak kunjungan pada bulan Ramadhan, baik dari pejabat, kerabat dan keturunan Kyai Modjo, dan warga dari Jawa. Tidak hanya pagi, biasa siang dan malam juga ada yang berkunjung," jelasnya.
Untuk masuk ke situ warga tidak diwajibkan untuk membayar, tapi berikan saja seadanya atau seikhlasnya.
Pernah, kata dia, ada kepala daerah dari Cirebon dan Lampung yang datang berkunjung, juga mantan Penjabat Gubernur Sulut Soni Sumarsono pernah datang berziarah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/makam-kyai-modjo_20160508_094909.jpg)